Sorong, Semarak.News – Nasin apes tampaknya terus menimpa kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya.

Setelah sebelumnya sempat diusir oleh aparat kampung, kini keberadaan mereka malah sudah terpantau oleh TNI.

Hal ini diungkapkan oleh Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto, melansir dari Kompas.com dalam artikel ‘Jelang HUT OPM, Keberadaan Egianus Kogoya Terdeteksi’

Eko mengaku pihaknya telah mengetahui keberadaan KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya. Pekan lalu, KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya diketahui berada di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, untuk menghadiri acara kedukaan.

Setelahnya TNI dan Polri terus memantau pergerakan mereka untuk mempersempit ruang gerak mereka.

Eko mengklaim bahwa pihaknya telah mengetahui jalur-jalur tradisional yang biasa digunakan KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya.

“Untuk pengejaran tetap sifatnya dengan kepolisian. Kita sudah maping dimana kerawanan arah gerakan dari kelompok yang dimungkinkan akan melakukan aksi ataupun tindakan,” ujar Eko

Menurut dia, dari TNI akan terus mendukung kepolisian dalam upaya menjaga kestabilan keamanan di Papua jelang 1 Desember.

Bahkan empat batalyon yang berada di Jayapura dan Mimika akan menggelar latihan tempur.

Seluruh petugas dalam posisi siap untuk ditempatkan ketika ada gangguan keamanan.

“Ketika nanti situasinya perlu dikerahkan, itu bagaimana komando dari atas,” kata Eko.

Sebelumnya, KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya malah sempat diusir oleh aparat kampung

Hal ini lantaran KKB Papua kerap melakukan intervensi kepada aparatur kampung untuk mendapatkan uang dan bahan makanan

Aparat Kampung yang berani mengusir KKB Papua itu bernama Leus Murib yang tinggal di Distrik Kuyawage.

Melansir dari Kompas.com dalam artikel ‘Aparat Kampung Ini Berani Usir Pemimpin KKB Egianus Kogoya’, kronologinya diceritakan oleh Sekretaris Daerah Lanny Jaya, Christian Sohilait.

Ia mengisahkan pengalaman Leus Murib yang berani berhadapan dengan Pemimpin KKB Papua wilayah Ndugama, Egianus Kogoya.

“Ketika kelompok KKB Nduga pimpinan Egianus Kogoya masuk untuk acara kedukaan di Kuyawage, dia kasih waktu, selesai duka berapa hari, (kelompok Egianus) harus segera tinggalkan tempat ini karena ini daerah pengungsi, kita tidak mau ada pertumpahan darah atau kontak senjata di sini,” ujarnya di Jayapura, Senin (25/11/2019).

Ternyata Egianus Kogoya Otak Serangan KKB Papua Masih 17 Tahun, Kelebihannya Bikin Anak Buah Takluk
Ternyata Egianus Kogoya Otak Serangan KKB Papua Masih 17 Tahun, Kelebihannya Bikin Anak Buah Takluk (istimewa)

KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya merupakan kelompok yang selama satu tahun terakhir paling aktif beraksi menganggu keamanan di Kabupaten Nduga.

Bahkan, aksinya tergolong sadis karena ia tidak segan-segan membunuh korbannya.

Ketika keberadaannya di Kuyawage dibatasi oleh Leus Murib, Egianus bukan tidak melawan, namun Leus yang merupakan warga lokal justru berani menghadapinya.

“Egianus berontak tapi dia (Leus Murib) angkat panah juga. Ini contoh saja,” kata Sohilait.

Menurut dia, hal tersebut bisa terjadi karena aparat kampung di Lanny Jaya merupakan putra daerah sehingga ia juga memiliki posisi dalam struktur adat setempat.

Karenanya, ketika KKB Papua mengintervensi, mereka berani melawan karena mereka sama-sama terikat aturan adat.

“Saya pikir mereka ini keluarga, jadi kalau keluarga, teman-teman OPM mau bunuh mereka dia juga pikir dua kali, itu denda besar buat mereka karena ini sama-sama anak asli yang punya wilayah,” tutur Sohilait.

Keberadaan kelompok Egianus Kogoya di Kuyawage juga sempat dibenarkan oleh Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf. Candra Dianto.

“Posisinya kelompok Egianus Kogoya sedang ada kedukaan di Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya,” ungkapnya saat dihubungi melalui telepon pada 18 November 2019.

Sumber Dana KKB Papua akan Terhambat

Sumber dana kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua yang berasal dari sumbangan kepala kampung, dipastikan akan terhambat.

Hal ini lantaran pemerintah setempat akan memberlakukan kebijakan khusus agar para KKB Papua tak mendapatkan bantuan dana.

Melansir dari Kompas.com dalam artikel ‘Khawatir Diterima KKB, Pencairan Dana Desa di Lanny Jaya Papua Ditunda’, hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Lanny Jaya, Christian Sohilait.

ILUSTRASI: Dugaan Sumber Dana KKB Papua untuk Beli Senjata & Amunisi Terungkap
ILUSTRASI: Dugaan Sumber Dana KKB Papua untuk Beli Senjata & Amunisi Terungkap (Kolase Facebook dan IRSUL PANCA ADITRA)

Menurut Christian, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Papua, membuat kebijakan untuk menunda pencairan Dana Desa ke-4.

“Menjelang 1 Desember tidak ada dana desa yang cair, ini antisipasi jangan dana desa cair dan mereka pakai untuk kasih ke KKB Papua,” ujar Sekretaris Daerah Lanny Jaya, Christian Sohilait, di Jayapura, Senin (25/11/2019).

Ia mengakui, bila ada beberapa distrik di Lanny Jaya yang merupakan wilayah perlintasan atau bahkan menjadi markas KKB Papua.

Karenanya, sangat mungkin bila beberapa kepala kampung diintervensi oleh KKB Papua yang sedang melintas.

“Sehubungan dengan imbauan dari Kapolda Papua terkait isu kepala kampung memberi bantuan kepada KKB.

Saya pikir itu bisa terjadi di distrik-distrik yang berbatasan dengan tempat perlintasan KKB,” kata dia.

Setidaknya, Sohilait menyebut, ada lima distrik di Lanny Jaya yang menjadi wilayah perlintasan KKB Papua.

Kelima distrik yang dimaksud adalah Distrik Wano Barat, Kuyawage, Balingga Barat, Balingga dan Ayumnati.

“Karena KKB selalu melintas di situ, kemungkinan mereka bisa tekan kepala kampung untuk memberikan bantuan,” ucap dia.

Daftar Korban Dalam Perburuan KKB Papua Setahun Terakhir
Daftar Korban Dalam Perburuan KKB Papua Setahun Terakhir (Facebook/TPNPB)

Dengan menunda pencairan dana desa, ia memandang risiko penyalahgunaannya semakin minim.

Namun, ia tidak menepis kemungkinan masyarakat tetap memberikan bantuan bahan makanan bagi KKB Papua karena mereka masih memiliki hubungan kekeluargaan.

“Kalaupun dalam prakteknya tiba-tiba ambil babi untuk KKB, itu urusan mereka, tidak ada urusannya dengan kami,” kata Sohilait.

Di sisi lain, Menteri Desa dann Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar memantau informasi dugaan penyalahgunaan dana desa oleh KKB Papua

Abdul Halim Iskandar yang akrab dipanggil Gus Halim mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian.

“Jadi kalau penggunaan dana desa disalahgunakan, ya tentu kami serahkan ke pihak yang berwenang untuk melakukan proses sesuai hukum,” ucap Gus Halim saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Surabaya,  Rabu (27/11/2019).

Namun apapun alasannya, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan, dana desa tidak boleh digunakan untuk keperluan lain kecuali untuk pembangunan desa.

“Kami update terus (dengan kepolisian), kami juga minta lebih validasi supaya tidak salah di dalam mengekspose,” lanjutnya.

Sumber: https://surabaya.tribunnews.com/2019/11/28/nasib-apes-kkb-papua-pimpinan-egianus-kogoya-setelah-diusir-aparat-kini-keberadaannya-terpantau-tni?page=all

LEAVE A REPLY