Canberra, Semarak.News – Andy Ayamiseba pentolan The United Liberation Movement for West Papua atau yang sering di sebut Organisasi Papua Merdeka, meninggal dunia di Canberra, Australia, Jumat (21/2/2019)

Kabar meninggalnya Andy Ayamiseba menghiasi halaman media sosial teman-temannya, seperti yang dituliskan akun fanspage Facebook Humans of Vanuatu.

“Andy Ayamiseba. West Papua international activist and Vanuatu citizen. RIP. Selamat jalan,” tulisnya, Sabtu (22/2/2019).

Andy Ayamiseba meninggal dunia karena menderita kanker. Keluarganya pun sempat meminta donasi di situs crowdfunding Gofundme, untuk biaya pengebatan Andy Ayamiseba.

Bahkan link donasi ini dishare oleh di akun pribadi Andy Ayamiseba dan beberapa temannya menuliskan komentar supaya Andy Ayamiseba semangat.

Andy Ayamiseba lahir di kota Biak, 21 April 1947 dari pasangan Dirk Ayamiseba dari Papua dan ibunya Dolfina Tan Ayomi keturunan Tionghoa.

Ayahnya, Dirk Ayamiseba pernah menjadi Gubernur pertama di Papua dan Ketua DPRD-GR pertama. Namun ideologi Andy dan ayahnya tidak sejalan.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, kacamata gelap dan luar ruangan

Andy memilih ikut berjuang bersama para aktivis Papua merdeka untuk melepaskan Papua dari NKRI. Andy sangat intens terlibat bersama faksi-faksi pendukung Papua merdeka di Vanuatu.

Andy dan lima orang rekannya yang lain sesama pengusung ideologi Papua merdeka pernah mewakili Papua ke Noumea, ibukota negara New Caledonia menghadiri upacara pembukaan The 19th Melanesian Spearhead Group (MSG) Leaders Summit pada 2013 lalu.

Namun ditengah kegiatan politiknya, Andy Ayamiseba adalah seorang yang pernah berpengaruh di dunia blantika musik Indonesia.

Seperti dilansir Tribun Medan dari Kompasiana, Andy Ayamiseba adalah sosok dibalik lagu-lagu lawas yang hits di era 1970, yaitu ‘Kisah Seorang Pramuria’ dan ‘Mutiara Hitam’.

Lagu-lagu ini dipopulerkan oleh grup musik Black Brothers dari Tanah Papua yang dibentuk oleh Andy Ayamiseba.

Saat itu personil Black Brother yaitu Benny Betay (bass), Jochie Phiu (keyboard), Amry Tess (trompet), Stevie MR (drums), Hengky Merantoni (lead guitar), Sandhy Betay (vokal), Marthy Messet (lead vocal), Agus Rumaropen (vokal) dan David (saxophone), sedangkan Andi Ayamiseba berperan sebagai Manajer band.

Kepiawaian Andy Ayamiseba memanajemen grup musik boleh diancungi jempol.

Salah satunya adalah mengubah nama grup musik ini dari sebelumnya bernama Iriantos dan setelah hijrah ke Jakarta tahun 1976 namanya diubah menjadi Black Brother.

Sumber: https://medan.tribunnews.com/2020/02/22/andy-ayamiseba-pentolan-papua-merdeka-dan-mantan-manajer-black-brothers-meninggal-dunia?page=all

LEAVE A REPLY