Jakarta, Semarak.News – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan opsi pengamanan kontingen PON selama berada di Papua. Salah satu opsinya adalah penempatan polisi dan TNI di sekeliling kontingen.

“Sistem pengamanannya memang perlu dibicarakan khusus. Misal setiap kontingen dari daerah-daerah ada anggota TNI dan Polri yang masuk dalam tim. Itu akan sangat membantu sekali pengamanan,” kata Tito dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi II DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Ternyata sistem pengamanan seperti yang Tito sampaikan sudah diterapkan dalam ibadah haji. Tito menyebut pengamanan yang dilakukan memang tak terlihat.

“Sama seperti kalau kita naik haji, ada tim haji kita, termasuk tim pengamanan ada juga yang gabung di situ. Yang kedua ada lapisan pengamanan yang di-backup dari atas. Seperti Mabes Polri atau polda-polda sekitar,” ungkap Tito.

“Ini juga akan membantu tapi dengan low profile. Artinya tidak high expose seperti situasi gawat sekali, tidak,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md rapat bersama pimpinan MPR RI guna membahas perihal Papua, yang akan menjadi tuan rumah PON 2020. Mahfud memastikan situasi dan kondisi Papua kondusif.

“Ini bukan soal pengungsi, nih. Ini Ketua DPR, Ketua DPD, Ketua MPR mau kunker ke Papua. Ya, sudah kondusif. Tadi laporan kesiapan dari daerah, dari semua birokrasi, kondusif, bagus,” kata Mahfud seusai rapat di kompleks MPR/DPR, Senin (24/2).

Selain soal PON, Mahfud menyebut rapat bersama pimpinan MPR tadi juga membahas hal-hal lainnya. Namun Mahfud enggan menjelaskan hal-hal apa saja selain soal PON yang dibahas.

“Ya, soal persiapan PON dan lain-lain. Jadi kita koordinasi, saling memberi tukar informasi, dan memberi bekal,” sebut Mahfud.

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-4915386/mendagri-tito-buka-opsi-kontingen-pon-di-papua-dijaga-tni-polisi

LEAVE A REPLY