Kejanggalan Kasus Kematian M.Riduan di Medan

Kejanggalan Kasus Kematian M.Riduan di Medan

0
68

Medan,Semarak.News — Winda Syahfitri Rangkuti merupakan Klien Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, selaku Istri dari alm. Muhammad Riduan yang meninggal dunia diduga akibat ditembak oleh Oknum Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan pada tanggal 6 November 2019.
Berdasarkan dari keterangan saksi, alm. Muhammad Riduan ditangkap di tempat tinggalnya yang beralamat di Jl. Buntu Gg. Umar, Kec Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang pada tanggal 5 November 2019, pada saat itu alm. Muhammad Riduan sedang sendirian dirumah kemudian datang beberapa orang Oknum Kepolisian Polrestabes Medan menangkap alm. Muhammad Riduan lalu membawanya kedalam mobil. Dalam penangkapan tersebut saksi melihat bahwasanya kedua tangan alm. Muhammad Riduan di Borgol dan tanpa ada perlawanan. Beberapa saksi juga mendengar salah seorang Oknum Kepolisian mengatakan “memang mau kami matikan anak ini (alm. Muhammad Riduan)”.
Atas peristiwa tersebut, Zainal Abidin selaku ayah kandung alm. Muhammad Riduan mendatangi Polrestabes Medan untuk menanyakan keberadaan alm. Muhammad Riduan pada tanggal 6 November 2019, namun pihak Polrestabes Medan menyatakan bahwasanya tidak ada Tangkapan yang bernama Muhammad Riduan dan menyarankan untuk mencarinya ke Polsek.
Saat Zainal Abidin dalam perjalanan pulang kerumah ia mendapatkan informasi dari seseorang bahwasanya Muhammad Riduan telah meninggal dunia, berdasarkan informasi tersebut pihak keluarga berinisiatif mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara. Saat di Rumah sakit tersebut, keluarga melihat bahwa memang betul alm. Muhammad Riduan telah meninggal dunia dan dari keterangan petugas Rumah Sakit Bhayangkara, alm. Muhammad Riduan diantar pada tanggal 6 November 2019 pukul 03.10 dalam keadaan Meninggal Dunia. alm. Muhammad Riduan diduga meninggal dunia akibat ditembak, hal tersebut dapat dilihat dari adanya semacam luka bekas tembakan di dada sebelah kiri.
Atas kejadian tersebut, pada tanggal 20 November 2019 Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan selaku Kuasa Hukum dari istri alm. Muhammad Riduan mendatangi Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) untuk membuat Laporan Polisi atas dugaan Penembakan tersebut namun ditolak oleh petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut.
Hal diatas menunjukkan bahwasannya Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara telah melanggar Hak asasi Klien dalam membuat Laporan Kepolisian Karena klien sebagai masyarakat memiliki Hak yang sama di hadapan hukum Sebagaimana diamanahkan UUD RI 1945. Dalam membuat laporan juga telah di atur dalam pasal 5 KUHAP. Oleh sebab itu kami meminta kepada Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara agar menerima Laporan atas dugaan penembakan tersebut, guna terciptanya Keadilan, Kepastian dan Kemanfaatan Hukum bagi Klien. (S)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY