Motor Listrik Siap “Berdinas” di Kota Bandung

Motor Listrik Siap “Berdinas” di Kota Bandung

0
17
Ridwan Kamil mencoba motor listrik (sumber: jabar.tribunnews.com)
Ridwan Kamil mencoba motor listrik (sumber: jabar.tribunnews.com)

Bandung, Semarak.News – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terlihat bangga saat sedang mencoba sebuah motor dengan tampilan yang gagah dan sporty pada Rabu (3/7).

Dari kejauhan bentuknya seperti motor sport, dengan sebuah tanki di bagian depan yang membuatnya tampak gagah. Namun jika dilihat lebih teliti, motor berwarna hitam ini tidak memiliki rantai dan knalpot.

Fungsi dua komponen tersebut digantikan oleh mesin penggerak yang menyatu pada tengah roda belakangnya.

Motor ini adalah motor listrik yang dirancang para ahli otomotif di sebuah workshop di kawasan Buah Batu di Kota Bandung.

Diakui Ridwan Kamil motor ini tidak memiliki suara sedikitpun. Suara yang timbul hanyalah yang berasal dari gesekan antara roda dan aspal ketika sedang dilajukan.

Tidak perlu diisi bensin, motor ini hanya menggunakan listrik yang dapat diisi ulang dengan daya 2.500 watt selama satu jam, untuk digunakan setiap 80 kilometernya.

“Ini inovasi anak bangsa, motor listrik yang sudah siap di pasaran. Saya beli satu harganya Rp40 juta, akan dijadikan motor dinas. Tidak pakai BBM, tinggal di-charge satu jam untuk 80 kilometer. Jalannya enak,” kata Ridwan Kamil seusai mengujicoba motor tersebut.

Pria yang akrab disapa Emil itu juga mengatakan bahwa nantinya akan memesan kembali sebanyak 60 unit dan akan mendistribusikan ke 60 masjid di Jawa Barat untuk operasional kerja.

“Nanti oleh pihak masjid, si motornya dipakai untuk usaha. Untuk mengirim sembako, mengantar orang, nanti hasilnya bagi hasil, pihak swasta mendapat fee, masjidnya dapat pendapatan tanpa harus beli motor,” katanya.

Tahap selanjutnya, katanya, Pemprov Jawa Barat akan menghibahkan sekisar 6.000 unit motor ke masjid-masjid di Jawa Barat.

Partner PT Arindo Pratama, Erman Sumirat, mengatakan penelitian terhadap perancangan motor tersebut dimulai sejak setahun lalu. Selain itu, pihaknya mengaku mengimpor beberapa elemen karena tidak semua komponen motor bisa diperoleh di Indonesia.

“Kami mempelajari motor listrik yang sudah banyak dipakai di Eropa dan Asia Timur. Kemudian kami beli komponen-komponen yang tidak bisa kami dapat di Indonesia dari Cina, dirakit dan lebih dari 50 persen elemen motor ini berasal dari dalam negeri,” ujar Erman.

Menurut Erman, hal yang paling menghabiskan waktu dari proses pembuatan motor ini adalah pengurusan izin dan STNK.

Karenanya, Erman terlebih dulu menggaet Ridwan Kamil untuk mempopulerkan motor ramah lingkungan ini.

“Kami sudah produksi 300 motor, tapi belum mau kami jual dulu. Itu stok. Karena tujuannya untuk pemberdayaan masjid dulu. Jadi nanti DKM bisa pakai ini sebagai ojek online, uangnya untuk masjid. Ini jihad secara ekonomi lah istilahnya,” katanya. (CS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY