Menuntut Upah Naik, Buruh PT. Anugerah Putra Langkat Mogok Kerja

Langkat, Semarak.news – Belasan buruh PKS PT. Anugerah Putra Langkat yang tergabung dalam Federasi Kontruksi Umum dan Informal Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FKUI-KSBSI) Kab. Langkat melakukan aksi mogok kerja, Rabu (25/3).

Koordinator aksi, Ardi Ginting mengatakan bahwa aksi ini dilakukan terkait tuntutan buruh terhadap upah dan pengangkatan karyawan tetap agar segera direalisasikan oleh perusahaan.

Buruh PT. Anugerah Putra Langkat yang terletak di Dusun Bandar Pulo, Desa Kwala Musam Kec. Batang Serangan, Kab. Langkat menyampaikan 10 tuntutannya kepada pihak perusahaan.

Tuntutan tersebut antara lain Perusahaan agar membuat dan menerbitkan SK tentang pengangkatan buruh menjadi buruh tetap setelah bekerja selama lebih 3 Bulan, Perusahaan agar membayar upah buruh berdasarkan ketentuan sesuai SK Gubsu tentang UMSK Kab.Langkat, Perusahan agar menetapkan pembayaran upah tepat waktu.

Selain itu Perusahaan agar membayar upah lembur menurut UU yang berlaku, Perusahaan agar mengikutkan seluruh buruh menjadi peserta program BPJS ketenagakerjaan, Perusahaan agar membayar upah buruh yang tidak bekerja, menurut UU harus dibayar.

Sementara tuntutan terkait upah yaitu Perusahaan agar memberikan skala upah sebesar Rp. 20.000/tahun masa kerja, Perusahaan agar memberikan tunjangan istri sebesar Rp. 200.000/bulan, Perusahaan agar memberikan tunjangan anak sebesar Rp. 100.000/bulan serta Perusahaan agar membuat jam kerja secara jelas.

Setelah melakukan aksi mogok kerja, aspirasi para buruh akhirnya diterima oleh Gondo Situmorang Manager Perusahaan PT. Anugerah Putra Langkat beserta Humas Agus Kaban kemudian dilakukan mediasi.

Mediasi difasilitasi oleh Pihak Disnaker Kab. Langkat yang dihadiri oleh Kabid PHI, Bapak H. Dayan Nasution juga Kadus Pulo Rambung, Benteng Sitepu.

Manajer PT Anugerah Putra Langkat, Gondo Situmorang mengatakan bahwa tuntutan pada poin 1 dan 2 akan ditindaklanjuti sesuai dengan pininjauan yang telah dilaksanakan oleh Perusahaan.

Lebih lanjut Beliau mengatakan, “Tuntutan pada poin lainnya akan dilakukan peninjauan kembali pada bulan Januari 2019.”

Massa membubarkan diri setelah hasil mediasi telah disepakati oleh kedua pihak, baik buruh maupun perusahaan. (SAM)

TINGGALKAN BALASAN