Mengenal Protonmail, Email Enkripsi Dari Hulu ke Hilir

Semarak.news – Di era digital seperti sekarang ini email merupakan salah satu media komunikasi yang masih banyak digunakan. Baik untuk sekedar berkomunikasi atau bahkan bertukar informasi yang sifatnya rahasia. Mungkin sebagian besar orang sampai saat ini masih beranggapan bahwa layanan email yang digunakan selama ini cukup aman. Pemikiran itu akan berbeda jika sudah membaca beberapa tulisan di internet mengenai bocoran dari seorang mantan karyawan kontraktor untuk NSA (badan keamanan nasional Amerika Serikat) Edward Snowden. Snowden menyebutkan bahwa lembaga pemerintahan tersebut tidak hanya menyadap para pemimpin dunia saja, namun diketahui juga menyadap data Yahoo dan Google.

Apa itu Protonmail?

ProtonMail pertama kali muncul pada 2013 silam. Awalnya dikembangkan oleh para ahli diCERN yakni sebuah tempat Crowfunding yang kemudian berhasil membuat layanan email terenkripsi pada Maret 2016. ProtonMail didesain menggunakan metode enkripsi end-to-end sehingga pesan akan dienkripsi hingga sampai tujuan penerimanya. Pesan tersebut tidak akan dapat diintersep oleh pihak ketiga atau pihak siapa pun dalam hal ini.

Semua data center layanan ProtonMail berada diserver perusahaan di Swiss. Negara ini merupakan negara yang paling terkenal dengan kebijakannya yang keras terhadap keamanan privasi dan perlindungan data. Dan yang paling utama ialah ProtonMail merupakan proyek Open Source. Jadi hal ini semakin menjadi nilai tambah bagi yang mendukung sebuah privasi dan keamanan khususnya pada penyedia layanan email.

Meski email dari dan ke pengguna ProtonMail bersifat end-to-end yang dienkripsi, jika kita ingin berkomunikasi dengan layanan yang tidak dienkripsi seperti Gmail, maka ProtonMail akan memindai email tersebut untuk melindungi diri dari spam. Namun, pesan-pesan tersebut akan dipindai secara terpisah di memori, dan setelah selesai di-scan maka pesan tersebut akan dienkripsi dan dikirimkan ke penerima. ProtonMail juga tidak memerlukan informasi pribadi apa pun untuk mendaftar layanan ini, meski kita tetap bisa menambahkan email pihak ketiga untuk tujuan pemulihan. (ADP)

TINGGALKAN BALASAN