Memandang Secara Realistis Untuk Mewujudkan Mimpi dan Ide yang Besar

Febri Romadhon (Ketua Bidang Pengkaderan HMI Pekanbaru)

Mahasiswa selalu disinonimkan dengan kaum intelektual yang berfikiran maju kedepan dan diharapkan mampu menciptakan perubahan yang besar. Dengan keadaan dan kondisi sosial masyarakat saat ini mahasiswa harus memandang secara real sebagai bahan kajian untuk menciptakan perubahan. Memandang suatu masalah dari sudut realistis ataupun kejadian yang terjadi dilapangan memang sangat penting, karena kita akan langsung tahu apa penyebab permsalahan tersebut dan langsung bisa mencari solusi untuk permasalahan itu.

Tidak sedikit mahasiswa yang mempunyai mimpi yang besar untuk merubah hidupnya bahkan lingkungan sosialnya. Mahasiswa yang mempunyai mimpi seperti itu boleh saja akan tetapi harus melihat potensi didalam dirinya, dengan memahami potensi yang ada didalam dirinya dibarengi dengan niat yang kuat dan keistiqomahan maka bukan tidak mungkin mimpi itu akan terwujud. Tetapi jika mahasiswa hanya mempunyai mimpi tanpa mengetahui potensi yang ada didalam dirinya takutnya nanti akan terjerumus kedalam keadaan utopis belaka atau khayalan.

Memahami potensi diri merupakan bentuk dari wujud realistis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), realistis adalah hal – hal yang bersifat nyata (real); bersifat wajar. Jadi jika mahasiswa tersebut menyadari dimana kemampuannya dan potensi dirinya maka dia telah berfikir realistis. Realistis yang benar selalu dibarengi dengan kepercayaan diri yang kuat tetapi tidak berlebihan karena ia juga harus melihat kondisi internal maupun eksternal diri.

Mimpi ataupun ide – ide yang dimunculkan untuk berubah dan merubah haruslah timbul karena gejala – gejala ataupun kondisi yang terjadi dilingkungan mahasiswa tersebut. Sebagai mahasiswa kita jangan berfikir buta untuk keadaan masa depan, karena kita harus pahami untuk merubah keadaan dimasa depan kita harus belajar dari apa yang terjadi saat ini. Hasil dari pandangan ataupun pembelajaran itulah yang nantinya menjadi acuan kita bertindak sesuai dengan potensi yang kita punya, kita juga harus mengukur sampai dimana kemampuan kita, jika tetap memaksakan maka takutnya nanti hanyalah akan menjadi kesia – siaan saja.

Mahasiswa sebagai seorang visioner yang sudah terlebel sebagai agent of change, social of control, dan iron stock dituntut mampu membuat strategi pembaharuan dan perubahan dilingkungan sosialnya. Menjadi beban moral bagi mahasiswa jika mereka tidak dapat memecahkan masalah didalam lingkungannya ataupun didalam dirinya. Jika mahasiswa mempunyai mimpi ataupun ide – ide yang besar tentunya harus dibarengai dengan usaha yang besar pula untuk mewujudkan itu untuk menjadi nyata. Perlu diingat, bahwa realistis itu adalah hal yang berkaitan dengan kenyataan. Dengan proses itulah kita dapat membuktikan bahwa mimpi yang besar itu merupakan mimpi yang realistis, kita dapat merubahnya menjadi nyata.

Penulis : FEBRI ROMADHON (Ketua Bidang Perkaderan HMI Cabang Pekanbaru, Mahasiswa FISIPOL UIR) 0812 6888 9459

TINGGALKAN BALASAN