Manor Disponsori Pertamina tetapi Pakai Petronas Sebagai Bahan Bakar

Jakarta, Semarak.News – Manor Racing adalah salah satu kelompok pebalap yang ikut berjibaku di pegelaran Formula One. Kelompok ini mengandalkan Pascal Wehrlein dan Rio Haryanto sebagai drivernya. Kedua driver ini menggunakan mobil MRT05 sebagai jet besi tumpangan mereka.

Mobil ini didominasi warna oranye dengan Chassis Williams dan Powertrain Mercedez Benz. Kecepatan tertinggi yang mampu di tembus mobil ini adalah 370 km/h  dan dapat memproduksi total 910 HP (tenaga kuda). MRT05 juga sudah membuat Rio merasakan musim yang menurutnya baik karena progres yang mampu dicetaknya setiap race.

Terlepas dari hal tersebut, ada suatu keanehan dalam penggunaan mobil MRT05. Pada bodi mobil tersebut, telah terukir dengan jelas Pertamina dan Pirelli sebagai sponsor utama mereka. Alhasil, roda mobil merek Pirelli terlihat dipakai dalam setiap race. Kebalikannya, mereka tidak menggunakan bahan bakar Pertamina dalam gelaran jet darat terbesar tersebut, bahkan tidak untuk lubricant dan functional fluids mobil tersebut.

Pihak Manor menggunakan PETRONAS Primax sebagai bahan bakar utama, bahan bakar beroktan 95 dan 97. Bahan bakar ini juga merupakan bahan bakar komersial PETRONAS, bukan suatu bahan bakar khusus. Sebagai oli mesin atau lubricant, Manor menggunakan PETRONAS Syntium, dan sebagai functional fluids, mereka menggunakan PETRONAS Tutela.

(Data mengenai mobil MRT05 dapat dilansir di: http://www.manorracing.com/car

Hal ini merupakan suatu kecolongan bagi pihak Pertamina karena tidak mempunyai produk bahan bakar yang beroktan 97 dan memenuhi kriteria balap. Produk paling unggul Pertamina adalah Pertamax Plus dengan oktan 95, kalah 3 oktan dengan PETRONAS Primax. Pihak Pertamina juga sepertinya tidak peduli dengan hal ini dan melakukan pembiaran, hal ini bisa menyebabkan perusahaan berplat merah ini terus kalah bersaing dengan PETRONAS yang berpangkalan di Malaysia. Seharusnya hal ini dapat menjadi koreksi pada pemerintah Indonesia khususnya pihak Pertamina, jangan sampai kita kalah di kancah Internasional.

Indonesia harus gencar mempromosikan produknya di kancah internasional dan tidak hanya sekedar promosi, melainkan membuat produk tersebut terpakai di kancah internasional. Jika hanya sekedar promosi, kita bisa saja membuat Pertamina sebagai sponsor di berbagai lini, atau memasang iklannya di televisi-telelivisi utama di setiap negara, tetapi hal tersebut tidak akan membuat produk kita terpakai jika tidak akses untuk memakai produk tersebut.

(ALV)

 

LEAVE A REPLY