Sorong, Semarak.News – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK-Migas) adalah institusi yang dibentuk oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan penyelenggaraan pengelolaan kegiatan usaha hulu Migas.

Dalam aktivitasnya, SKK Migas tak bosan-bosannya untuk terus mengkoordini Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) kegiatan hulu Migas untuk tidak hanya berorientasi pada kegiatan eksplorasi dan eksploitasi, tapi lebih peka lagi dengan kondisi masyarakat di sekitar wilayah aktivitas kegiatan hulu migas atau pun yang berada di luar hulu Migas.

Hal inilah yang terus dilakukan oleh SKK Migas, K3S dan Pekerja Hulu Migas wilayah Papua dan Maluku (Pamalu). Mereka terus peka dengan kondisi social kemasyarakatan yang terjadi di sekitarnya.

Di saat bencana wabah Coronavirus Disease (Covid-19) terjadi hingga sampai dengan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo mengumumkan bahwa Indonesia tengah mengalami bencana nasional, SKK Migas, K3S, dan Pekerja Hulu Migas wilyah Pamalu tak henti-hentinya menunjukkan kepedulian terhadap upaya penanggulangan wabah Covid-19 dan dampak social yang dialami oleh masyarakat di wilayah Pamalu.

Meski kegiatan eksplorasi dan produksi wilayah Pamalu masih minim, karena besarnya tantangan untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi Migas, tetapi tak membuat kendor kepekaan SKK Migas, K3S, dan Pekerja Hulu Migas wialyah Pamalu untuk peduli dengan bencana nasional yang terjadi.

Sesuai catatan yang berhasil dihimpun Papua barat Pos, awal bulan April, SKK Migas dan K3S Pamalu  memberi dukungan air tawar sebanyak 30.000 ribu liter dan 3000 liter cairan disinfektan kepada Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku. 14 April, giliran Pemerintah Kabupaten Tanimbar, Provinsi Maluku yang mendapatkan dukungan 8 poster edukasi penangulangan Covid19 dan peralatan kesehatan,  berupa 47 unit alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan (baju Hazmat, pelindung wajah, masker N95 dan sepatu boot), 40 dus masker bedah dan 1.000 botol hand sanitizer oleh SKK Migas dan K3S.

Lalu bantuan kepada Pemkot Sorong, pada Mei lalu, berupa APD-suit 100 Pcs, APD-Safety Glas 50 Pcs, masker N95 175 Pcs, Giove latex 1000 Pcs, Thermogun 10 Pcs dan masker non medic 1250 Pcs. Kemudian pemberian bantuan penguatan ekonomi buat masyarakat yang kurang mampu di Pulau Salawati tersebut, dibagikan secara proposional kepada masyarakat Kampung Waliam dan Kampung Manfanim, di Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Sorong dan juga masyarakat Kampung Wailen di Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat berupa 173 paket bahan pokok berupa beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, mie instan dan susu, serta 150 masker kain.

Selanjutnya saat adanya isu tenaga medis di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong, bulan Mei lalu, yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19 terpapar Covid-19, pekerja hulu migas langsung memberikan dukungan berupa berupa baju hazmat sebanyak 60 pcs dan masker sensi 3 lapis earloop sebanyak 80 pcs kepada RSUD Sele Be Solu.

Terakhir sekitar 20 Juni lalu, SKK Migas dan K3S bersinergi bersama mendukung kebijakan pemerintah Propinsi Maluku melaksanakan Rapid Test Masal memberikan dukungan 500 alat Rapid Test kepada  Gugus Tugas penanganan Covid-19 Provinsi Maluku dan Rumah Sakit TNI AL (Rumkit AL) Dr. FX Suhardjo.

Kali ini, menjelang akhir Juni, kembali SKK Migas dan K3S bersama event organizer PT Bayu Sakti Abadi (BSA) menyiapkan kegiatan Jaring Pengaman Sosial (JPS) di wilayah Pamalu yang meliputi empat daerah di Provinsi Papua Barat yakni Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Teluk Bintuni dan Manokwari ditambah Kota Ambon di Provinsi Maluku.

Sesuai rilis yang Papua barat Pos terima dari Koordinator PT BSA, Engelbertus Fatlolon Minggu (28/6), JPS 2020 ini, ditujukan bagi masyarakat tidak mampu, masyarakat yang pernah terlibat dalam kegiatan komunikasi Hulu Migas dan tenaga / tim Medis yang terlibat langsung dalam penanggulangan Covid – 19 di Wilayah Pamalu.

Untuk diketahui, kriteria penerima bantuan masyarakat tidak mampu dikategorikan sebagai berikut pertama ibu-ibu janda  yang ditinggalkan oleh suaminya dan belum memiliki penghasilan tetap, kedua pekerja yang di PHK akibat dampak Covid- 19, ketiga , yakni ayah yang ditinggalkan istrinya dan belum memiliki penghasilan tetap lalu ,opa dan oma yang berumur antara 65-70 tahun dan berada di wilayah Ring 1 Penghasil Migas.

Sedangkan masyarakat yang pernah terlibat dalam kegiatan komunikasi hulu Migas yang menjadi sasaran penerima bantuan JPS tahun 2020 yakni sahabat Jurnalis yang pernah terlibat dalam kegiatan Komunikasi Hulu Migas dan sahabat Oil dan Gas Club yang pernah terlibat dalam kegiatan komunikasi Hulu Migas.

Untuk dalam kegiatan pendistribusian bantuan dilakukan dalam tiga tahap untuk setiap daerah peneriman bantuan  JPS SKK Migas dan K3S wilayah Pamalu. Tahap pertama dilakukan mobilisasi pakert bantuan dari distributor ke .Dompet Dhuafa, dan Klasis Sorong didampingi oleh PT BSA. Lalu PT BSA mewakili SKK Migas dan K3S Pamalu menyerahkan paket bantuan ke Baznas, Dompet Dhuafa dan Klasis di lima daerah tersebut. Selanjutnya dilakukan pembagian paket bantuan kepada Masyarakat tidak mampu oleh Baznas, Dompet Duafa, dan Klasis.

Sumber: https://papuabaratpos.com/skk-migas-dan-k3s-pamalu-kolaborasi-siapkan-jps/

LEAVE A REPLY