Sorong, Semarak.News – RSUD Sorong di Provinsi Papua Barat merawat 5 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 29 orang dalam pemantauan (ODP).

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Sorong, Rudi Laku menjelaskan sebelumnya ODP sebanyak 37 orang,namun 8 orang telah selesai dilakukan pemantauan dan tersisa 29 orang.

Sementara pasien dalam pengawasan berjumlah 7 orang, namun 2 orang telah selesai dalam pengawasan, sehingga tersisa 5 orang PDP.

“Sampai saat ini, pasien positif covid-19 belum ada, artinya semua masih dalam proses dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium di Jakarta. Sampel yang dikirim untuk diperiksa berjumlah 13 orang yang terdiri dari 8 orang ODP dan 5 orang PDP,” katanya.

Satgas Covid-19 Kota Sorong akan terus melakukan pemantauan, serta monitoring di lapangan, terutama memantau langsung kedatangan orang yang masuk melalui bandara maupun pelabuhan.

“Seluruh masyarakat  di Sorong dan sekitarnya untuk menjaga diri dan tak mendatangi fasilitas umum serta pusat keramaian. Termasuk tidak melakukan pengumpulan massa dalam jumlah banyak. Ini harus dilakukan agar dapat memutuskan mata rantai penyebaran covid-19,” ujarnya.

Apa itu Virus Corona atau COVID-19 dan Bagaimana Penyebarannya

Seperti yang dikutip dari www.covid19.go.id, Virus corona baru atau novel coronavirus (nCoV) adalah jenis virus corona baru yang menimbulkan penyakit yang bernama COVID-19. Sebelum dikenal sebagai COVID-19, penyakitnya dikenal sebagai virus corona baru 2019 atau 2019-nCoV.

Virus corona baru adalah virus baru, tapi mirip dengan keluarga virus yang menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan sejumlah influensa biasa.

Virus dapat berpindah secara langsung melalui percikan batuk dan napas orang terinfeksi yang kemudian terhirup orang sehat. Virus juga dapat menyebar secara tidak langsung melalui benda-benda yang tercemar virus akibat percikan atau sentuhan tangan yang tercemar virus.

Virus bisa tertinggal di permukaan benda-benda dan hidup selama beberapa jam hingga beberapa hari, namun cairan disinfektan dapat membunuhnya.

Jika tangan tercemar percikan, virus dapat menyebar melalui sentuhan antar-orang, karena itu penting untuk sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta sementara waktu, menghindari bersalaman atau saling mencium pipi.

Bila seseorang terinfeksi virus, dia akan menunjukkan gejala dalam 1-14 hari sejak terpapar virus. Gejala umumnya adalah: demam, rasa lelah, dan batuk kering.

Sebagian besar orang hanya akan mengalami gejala ringan, namun di kasus-kasus yang tertentu, infeksi dapat menyebabkan pnemonia dan kesulitan bernapas. Pada sebagian kecil kasus, infeksi virus corona bisa berakibat fatal.

Orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes kemungkinan mengalami sakit lebih serius.

Karena gejala-gejalanya mirip flu biasa, maka perlu dilakukan tes untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus corona. Tes tersedia di rumah sakit-rumah sakit rujukan bagi orang yang mengalami gejala-gejala atas dasar perintah dokter.

Kunci pencegahan virus corona (COVID-19): Sering suci tangan pakai sabun dan air mengalir, hindari menyentuh muka, jauhi orang yang menunjukkan gejala (demam, batuk kering, kelelahan), bila batuk atau bersin: tutup mulut dan hidung dengan siku terlipat atau tisu yang dibuang langsung ke tempat sampah tertutup setelah dipakai.

Ada 4 cara pencegahan yang dapat dilakukan, yakni, pertama, sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tak tersedia, cairan pembersih tangan berbahan alkohol (60%). Kedua, tutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk dengan siku terlipat atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup setelah dipakai.

Ketiga, jaga jarak bicara minimal 1 meter. Jauhi orang yang terlihat memiliki gejala-gejala flu. Lalu, keempat, bila Anda atau keluarga Anda mengalami demam, batuk atau sesak napas, segera cari pengobatan medis.

Alasan Pelarangan Berdekatan atau Berkumpul

Seperti yang dikutip dari www.covid19.go.id, dilarang berdekatan dan berkumpul adalah tindakan penting yang dilakukan untuk menghentikan atau setidaknya memperlambat kecepatan penyebaran virus corona (COVID-19).

Sebab dengan melakukannya, orang yang terinfeksi virus, baik yang menunjukkan gejala sakit maupun yang tampak sehat, tidak menularkan virus ke orang-orang sehat.

Selama ada perintah warga harus tetap berada di rumah. Lakukan kegiatan dari rumah. Bekerja, belajar dan beribadah di rumah. Acara-acara besar, seperti pertemuan masyarakat, hiburan, olahraga ataupun bisnis harus ditunda atau dibatalkan.

Mungkin ada yang bertanya: apakah saya boleh ke luar rumah untuk belanja kebutuhan hidup? Bagaimana kalau saya harus berobat? Jawabannya boleh tapi kurangi frekuensi dan waktunya seminimal mungkin. Selalu jaga jarak minimal 1 meter dari orang lain. Jangan bersalaman. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih tangan saat kembali pulang ke rumah.

Khusus untuk orang yang berisiko (orang lanjut usia dan orang yang memiliki masalah kesehatan menahun seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, paru-paru dll.), harus selalu tetap di rumah. Berada di luar rumah, apalagi di tempat umum, sangat berisiko bagi mereka.

Kerja dari rumah saja. Kalau memang betul-betul terpaksa harus ke kantor, jaga jarak minimal 1 meter dan batasi kontak dengan rekan kerja dan patuhi etika bersin/batuk (tutupi bersin/batuk dengan siku terlipat atau tisu yang dibuang langsung ke tempat sampah).

Jika sekolah anak ditutup sementara, pastikan anak mengikuti instruksi guru untuk belajar di rumah. Jangan biarkan anak pergi luar rumah apalagi ke tempat umum yang ramai orang.

Kalau mengalami gejala virus Corona, cari pengobatan medis atau telepon hotline 119 ext. 9. Jika Anda sedang merawat orang sakit di rumah, gunakan masker dan sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

Sumber: https://kabarpapua.co/pdp-dan-odp-covid-19-di-kota-sorong-menurun/

LEAVE A REPLY