Sorong, Semarak.News – Pemerintah Kota Sorong akhirnya membuka kembali operasional Bandara Deo Sorong, Papua Barat, terhitung sejak 11 April 2020.

Meskipun operasional dibuka kembali, namun pembatasan untuk maskapai dalam mengangkut penumpang ke Kota Sorong tetap dilakukan dan operasional Bandara hanya dibuka sekali seminggu.

Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM mengaku, keputusan tersebut dikeluarkan setelah melihat berbagai persoalan yang muncul, sejak diberlakukannya karantina wilayah di Kota Sorong selama hampir 2 minggu, serta dengan mempertimbangkan kondisi daerah dan masukan dari berbagai pihak.

Ia menjelaskan, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam kebijakan tersebut yakni untuk Bandara Deo, hanya dilakukan pembatasan penerbangan komersil untuk penumpang dimana hanya diperbolehkan satu kali dalam seminggu.

“Kemudian, penumpang yang diizinkan masuk ke Kota Sorong hanya penumpantg yang memiliki KTP Papua Barat,” ujar wali kota dalam jumpa persnya di Gedung Samusiret Kota Sorong, Kamis (9/4).

Sementara itu, lanjut dia, untuk pelabuhan hanya dikhususkan untuk kapal yang mengangkut kebutuhan masyarakat dan hanya diizinkan bagi penumpang yang akan meninggalkan Kota Sorong, ke pelabuhan di daerah-daerah yang masih membuka rute pelayanan komersil.

“Sedangkan untuk penumpang datang tidak diperbolehkan. Kapal masuk hanya khusus pengangkutan barang, atau kebutuhan alat kesehatan. Begitupun Bandara untuk kebutuhan pengiriman sampel PDP Covid-19,” kata wali kota.

Kepada tim Satgas, Ia menegaskan agar melakukan pengawasan secara ketat, terhadap mobilitas penumpang baik yang masuk maupun yang keluar di bandara maupun pelabuhan.

Selain wali kota juga mengimbau masyarakat agar tidak keluar rumah, kecuali untuk kegiatan yang bersifat urgen, dengan syarat harus menggunakan masker dan melaksanakan physical distanting atau menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain.

“Keputusan ini, berlaku sejak tanggal 14 sampai 18 April 2020, dan akan ditinjau kembali sesuai dengan kondisi perkembangan yang ada,” jelasnya.

Sumber: https://papuabaratpos.com/ini-kebijakan-pemkot-soal-akses-bandara-dan-pelabuhan/

LEAVE A REPLY