Aimas, Semarak.News – Berdasarkan hasil penelitian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menyatakan adanya coronavirus pada kelelawar buah di Indonesia, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong rencananya akan melakukan sosialisasi terkait coronavirus tersebut di wilayah Makbon dan Sayosa pada awal minggu kedua Februari 2020.

Dijelaskan Pejabat Fungsional Medic Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong, drh. Heri Kamase,  sosialisasi tersebut dilakukan untuk mencegah coronavirus di Kabupaten Sorong. Dimana beberapa wilayah di Kabupaten Sorong memiliki satwa liar, salah satunya Kelelawar di Pulau Um, Malaumkarta, Makbon dan dibeberapa goa di Saluk, Sayosa.

“Berdasarkan penelitian dari IPB, ditemukan adanya virus corona pada satwa liar, salah satunya Kelelawar. Karena Kabupaten Sorong memiliki satwa tersebut, jadi kami berupaya untuk melakukan sosialisasi atau pemberitahuan kepada masyarakat untuk lebih waspada,” kata drh. Heri kepada Radar Sorong di ruang kerjanya, Selasa (4/2).

Meskipun Pemerintah Indonesia belum mengeluarkan literatur adanya penularan voronavirus di Indonesia, namun sosialisasi tetap dilakukan untuk memberitahukan kepada masyarakat setempat terkait bahaya virus corona, sehingga masyarakat dapat mencegah dan tidak melakukan hal-hal yang memungkinkan virus tersebut menular.

“Memang belum ada literatur dari Pemerintah Indonesia tentang virus corona ini terjangkit di Indonesia, tapi kami mulai dengan mencegah. Karena tidak mungkin hewan tersebut dipindahkan karena itu memang habitatnya mereka,” terangnya.

Sosialisasi yang dilakukan nantinya disertai dengan literatur yang dapat dipahami oleh Kadistrik, Lurah hingga Kepala Kampung yang nantinya meneruskan sosialisasi ke masyarakat. Dimana, secara garis besar, masyarakat diharapkan untuk tidak mengonsumsi buah bekas gigitan kelelawar ataupun memakan hewan tersebut.

“Memang kalau untuk dikonsumsi tidak terlalu berdampak, tapi mengolahnya itu yang dikhawatirkan kemungkinan memberikan dampak,” jelasnya.

Selain itu, sebagai salah satu wilayah pariwisata, di Pulau Um. Masyarakat diharapkan dapat memahami dan ikut mensosialisasikan kepada wisatawan agar tidak mengganggu keberadaan satwa liar tersebut, termasuk tidak mengambil kelelawar apabila ditemukan dalam jangkauan dekat dengan wisatawan.

Terkait hal tersebut, koordinasi juga telah dilakukan dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat, sehingga dalam waktu dekat rencananya akan dibentuk tim terkait dengan coronavirus tersebut. “Kami juga masih belum mengetahui, jika ada program pemerintah untuk pengambilan sample, maka wilayah yang memiliki endemic akan diambil sample untuk diketahui kondisinya bagaimana,” ucapnya sembari menambahkan, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Kehutanan dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) terkait perpindahan satwa liar tersebut.

Sumber: https://www.radarsorongnews.com/2020/02/06/sosialisasikan-waspada-virus-corona/

LEAVE A REPLY