Salah satu anak terkena wabah di Kabupaten Asmat.

Jakarta, Semarak.news – Kejadian luar biasa (KLB) campak di wilayah Asmat, Papua, telah selesai setelah 271 hari berkat bantuan dari Satgas TN. Selanjutnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Purnomo menyampaikan TNI akan melakukan pemantauan untuk membantu Kementrian Sosial dan Kementrian Kesehatan terhadap 224 kampung di Kabupaten Asmat.

“Operasi pemantauan kita lanjutkan. Kita tidak boleh mengobati lalu pulang. Tidak!” kata Hadi Purnomo setelah menemui beberapa korban gizi buruk di RSUD Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (01/02) pagi.

Menurut Panglima, KLB (Kejadian luar biasa) campak yang menyerang sekitar 600 anak di 23 distrik wilayah Asmat telah berhasil diobati. Beliau juga menyebutkan Satgas TNI, juga telah melakukan vaksinasi terhadap sekitar 13,336 anak yang tersebar di seluruh 224 kampung di Asmat.

Baca juga : Kabupaten Asmat Dengan Sulitnya Kondisi Wilayah

“Artinya permasalahan (campak) itu sudah selesai,” klaim Panglima TNI. “Sudah tidak ada lagi campak ” tandasnya. Namun tidak jelas, mengapa TNI yang berbicara soal ini dan bukan lembaga terkait seperti Kementerian Kesehatan atau Kementerian Sosial.

Kendati demikian, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek mengatakan, terdapat 71 orang meninggal akibat wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua.

Update data, yang meninggal kurang lebih 71 orang, 646 anak terkena wabah campak serta 144 menderita gizi buruk.” kata Nila setelah rapat terbatas mengenai penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Asmat, Papua, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Namun, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh mengatakan, dari 71 orang yang meninggal tersebut, kebanyakan adalah anak balita.

“Bervariasi ya, antara usia balita, dewasa, tapi paling banyak balita,” ujar Subuh. [AR]

TINGGALKAN BALASAN