Pilkada Jawa Timur: Kerja Sama KPU Surabaya dan PC PMII Surabaya dalam Menyukseskan Pilkada 2018

Surabaya, Semarak.news — Kegiatan sosialisasi tatap muka pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur 2018 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya bekerja sama dengan PC PMII Surabaya berlangsung di aula 17 April 1960 siang ini (27/02/2018).

Pada kesempatan tersebut hadir Robiyan Arifin, S.H., M.H. selaku pemateri dari KPU Surabaya. Beliau menerangkan kepada para peserta mengenai ketentuan-ketentuan pada proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

Diwawancarai secara terpisah, beliau mengatakan sosialisasi tatap muka dilakukan oleh KPU Surabaya kepada beberapa Organisasi Kelompok Pemuda (OKP) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

“Kita sosialisasinya kurang lebih ada 10 kegiatan di antaranya 5 kegiatan untuk OKP. Selain itu juga Ormas dan kelompok masyarakat.”

Beliau menyebutkan beberapa OKP dan Ormas yang bekerja sama dengan KPU Surabaya dalam penyelenggaraan sosialisasi di antaranya yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Adapun Ormas yang juga bekerja sama dengan KPU Surabaya di antaranya adalah Nadhatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Kelompok Disabilitas, Paguyuban Nelayan, dan Paguyuban PKL.

Pada kesempatan tersebut juga diimbau agar masyarakat Surabaya menyukseskan pemilukada 2018 dengan datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih untuk mencari pemimpin Jawa Timur 5 tahun ke depan.

Selain paparan materi dari KPU Surabaya, kegiatan sosialisasi tersebut juga diisi paparan oleh Abdul Hayyi, Sekretaris Umum PC PMII Surabaya.

Salah satu poin yang disampaikan ialah agar mahasiswa sebagai kelompok intelektual menempatkan nilai demokrasi pada tingkatan yang tinggi.

Selain itu, diberikan juga penekanan kepada seluruh peserta sosialisasi bahwa PMII sebagai organisasi yang tidak memihak pada partai apapun kaitannya dengan kegiatan politik praktis agar sikap independen PMII tetap terjaga. (AG)