Kepedulian Sudrajat Terhadap Lingkungan

Bandung, Semarak.News – Calon Gubernur Jawa Barat 2018, Mayjen TNI (purn.) Sudrajat,  sangat memperhatikan masalah lingkungan di Jawa Barat. Menurut beliau, dalam pembangunan sangat penting memperhatikan faktor alam untuk mewujudkan keharmonisan. Alam dan pembangunan harus seimbang agar terbentuk keharmonisan.

“Perasaan nyaman dan aman perlu dikelola agar masyarakat semakin siaga dan waspada terhadap potensi bencana yang akan mungkin menimpa mereka. Tanah longsor, banjir, gempa bumi, dan tsunami di daerah pesisir selatan merupakan contoh bencana yang berpotensi menjadi tantangan stabilitas dari masyarakat di Jawa Barat,” tuturnya di Bandung, minggu (18/3/2018).

Menurutnya Sudrajat, pembangunan skema early warning system, merupakan langkah penting agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana.

Selain itu, menurut Sudrajat, untuk permasalahan Sungai Citarum perlu adanya perhatian khusus dari Pemerintah Pusat. Sehingga perlu adanya bantuan dana dari pusat untuk menyelesaikan permasalahan Sungai Citarum.

“Citarum itu mengairi sekitar 26 jt orang, Citarum itu secara undang-undang merupakan tanggung jawab pusat sebagaimana daerah yang dialiri sungai. Sehingga untuk menyelesaikan masalah Citarum tidak cukup tindakan dari Kota/Kab. maupun Prov. Sehingga, kita akan mendorong bantuan dana dari pusat untuk menyelesaikan Citarum, memang permasalahan teknisnya akan kita serahkan kepada Pemerintah Daerah. Namun, karena citarum merupakan permasalahan dari puluhan tahun lalu sehingga harus diselesaikan secara kooperatif, secara nasional maupun daerah,” kata Sudrajat dalam kesempatan kegiatan Kampanyenya di Rusunawa Baleendah, Kab. Bandung, (16/3/2018).

Sudrajat juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai-sungai terkhusus Sungai Citarum. Beliau juga mengatakan, perlu adanya manajemen sampah yang selama ini tidak dikelolah dengan serius oleh Kota/Kab. yang harus di integrasikan dengan baik.

“Untuk industri, banyak industri-industri yang melanggar aturan, banyak yang membuang limbah ke sungai, untuk itu perlu adanya pengawasan. Apakah selama ini pengawasan oleh pemerintah ada atau tidak, dan disinyalir ada kolaborasi antara oknum-oknum di dalam pemerintahan yang berhasil bernegosiasi dengan para industriawan, sehingga tidak memperhatikan apa yang harus dilakukan oleh industri. Untuk itu saya akan mengecek lagi dan menghimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada pemerintah,” ujar Sudrajat.

“Banyak juga masalah izin-izin perumahan yang tidak diawasi, bahwa untuk membangun perumahan harus ada saluran air,dan selokan-selokan yang harus ditertibkan. Banyak selokan-selokan yang sudah ada,namun perumahan-perumahan yang baru justru menutup selokan yang sudah ada, dan ini kurang pengawasan dari pemerintah. Untuk itu, Pemerintah tidak bisa mengerjakan semuanya, kita berharap adanya laporan dari masyarakat. Segera laporkan jika ada pelanggaran dari pengembang-pengembang rumahan, industri, maupun dari usahawan yang tidak memperhatikan linkungan,” katanya. [AHH]

TINGGALKAN BALASAN