Kepala Staf Kepresidenan Beri Seminar di Universitas Hasanuddin

Saat sedang melakukan diskusi terbuka dengan mahasiswa Unhas (Sumber : Semarak.news)

Makassar, Semarak.news. Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jendral (Purn) Moeldoko bersama tim melakukan kunjungan ke Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar sekaligus memberikan seminar dengan tema Ruang Diskusi dan Telaah Capaian Kinerja Pemerintah Untuk Mempersiapkan Generasi Muda Menuju 2045”. Pembicara lain yang juga hadir dalam acara tesebut yaitu Prof. Dr. Dwi Aries Tina Pulubuhu, M.A. selaku Rektor Unhas, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.M., Ph.D. yang merupakan Wakil Rektor IV UIN Alauddin, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, M.Sc. adalah Ketua Akademi Ilmuwan Muda Indonesia, Wahyu Aji yang bekerja sebagai CEO Good News From Indonesia, Mohammad Istiqomah Djamad adalah seorang Vokalis Pusakata, dan Kevin Bonaparte adalah Perwakilan Mahasiswa berprestasi dari Fakultas Hukum.

Tujuan acara ini salah satunya memaparkan kepada anak-anak muda generasi penerus bangsa bagaimana capaian yang dilakukan pemerintah selama 3 tahun terkahir. Banyak anak-anak muda sekarang tidak mengerti arah pembangunan Indonesia saat ini. Salah satunya adalah mempersiapkan Indonesia menghadapi era yang semakin maju.

“Arah pembangunan Indonesia salah satunya yaitu mempersiapkan Indonesia dalam menghadapi tantangan serta peluang di era digitalisasi dan masa depan.” ucap Moeldoko saat memberikan seminar di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin Selasa (27/2).

Menurutnya, kondisi pembangunan Indonesia saat ini telah menunjukkan indikator yang sangat baik, antara lain pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh positif 5,01 persen berada di urutan ketiga dalam G20. Dalam kemudahan berusaha Indonesia naik 50 peringkat walaupun masih harus terus ditingkatkan. Pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan seperti jalan yang ada di Papua, pemberian akses layanan dasar, dan banyak lagi.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,01% di G20 Indonesia menempati posisi 4. Dalam indeks kemudahan berusaha, Indonesia menempati peringkat 72 (naik 50 peringkat). Dari segi infrastruktur Indonesia berhasil membangun total 12 proyek nasional dan 240 proyek daerah. Terjadi penurunan harga komoditas di wilayah timur dan perbatasan. Sepanjang 126 ribu kilometer jalan desa terbangun. Jumlah pemegang KIS sebanyak 92 juta orang. Generatio Maret 2017 sebanyak 0,393. Indonesia membangun Sumber Daya Manusia yang unggul dan produktif. Membersihkan dan meningkatkan kinerja aparatur untuk mendukung kemajuan. Meningkatkan kapasitas inovasi mutlak diperlukan dalam menghadapi 2045. Peringkat Indonesia 87 dari 127 negara” pungkasnya dengan penuh semangat.

Walaupun Moeldoko telah pensiun dari dunia militer, ternyata inovasinya tidak berhenti. Pihaknya melakukan berbagai terobosan baik di bidang pertanian, transportasi, dan perikanan. Di bidang pertanian dia menciptakan benih padi unggul M70D dan M400 yang. Di bidang transportasi juga merintis pengembangan mobil dan bis listrik yang disebutnya sebagai Mobil Anak Bangsa. Dia juga mengubah aspal beton menjadi aspal dingin. Selanjutnya di bidang perikanan dia bekerjasama dengan Mahasiswa UGM yang menemukan micro buble.

“Inovasi pertama: di bidang pertanian yang dilakukan agar bertani berpikir kaya. M70D baru 6,7 ton yang dihasilkan, M600. Inovasi kedua: mobil listrik, bis listrik yang menggunakan dana pribadi. Inovasi ketiga: mengubah aspal beton menjadi aspal dingin. Inovasi keempat: micro buble yang ditemukan mahasiswa UGM solusi perikanan.” kata Kepala Staf Kepresidenan itu.

Dalam menghadapi masa milineal 2045 tidak hanya pemerintah yang harus mempersiapkan namun dibutuhkan peran semua pihak untuk memajukan bangsa ini untuk terus berinovasi

“Selanjutnya pemerintah pada 2045 akan menghadapi penuh tantangan baru. Dalam menghadapi era saat ini pemerintah dan masyarakat harus melakukan inovasi dan antisipasi. Pesan saya yaitu melakukan inovasi atau mati.” tegasnya. (MM)

 

TINGGALKAN BALASAN