Kelahiran Kembali IKM Tanggulangin

Proses produksi sepatu dan sandal kulit di Tanggulangin (sumber: republika)

Industri kerajinan kulit Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo terlahir kembali. Setelah sempat hilang akibat banyaknya impor barang asing dan semburan lumpur PT. Lapindo, Kementrian Perindustrian (Kemenperin) bersama Pemkab Sidoarjo melalui Revitalisasi IKM Tanggulangin berusaha membangkitkan sentra kerajinan yang telah berdiri sejak tahun 1975 ini.

Cerita IKM Tanggulangin sendiri dimulai pada kisaran tahun 1975 dimana saat itu mulai muncul sentra-sentra kerajinan di wilayah Tanggulangin. Berada 9 km dari pusat kota Sidoarjo, IKM Tanggulangin menjelma menjadi salah satu industri tas dan koper yang besar di Indonesia.

Dengan kualitas produk yang dikenal sangat bagus, IKM Tanggulangin berkembang pesat dan menjadi alternatif bagi masyarakat maupun wisatawan yang membutuhkan tas, sepatu, koper serta berbagai souvenir dari bahan kulit.

Sempat berjaya sekitar tahun 1995 hingga 2000, sentra kerajinan tas ini mengalami kemunduran pasca kejadian Lumpur Sidoarjo pada tahun 2006. Rusaknya berbagai infrastruktur membuat wisatawan dan bahkan masyarakat lokal enggan mampir ke IKM Tanggulangin.

Seperti jatuh tertimpa tangga. Ditambah dengan banyaknya barang China yang masuk ke Indonesia, masa itu menjadi waktu yang berat bagi perajin Tanggulangin. Namun, para perajin Tanggulangin tidak hanya pasrah akan keadaan, berbagai usaha terus dilakukan oleh perajin. Mulai dari membuka toko ditempat lain seperti di beberapa Mal di Jakarta, Bandung dan Surabaya, hingga bekerjasama dan melakukan promosi dengan pihak asing. Sikap pantang menyerah dan kreatif seperti inilah yang perlu dicontoh oleh pengusaha lokal di Indonesia.

Usaha rebranding sentra IKM Tanggulangin (sumber: @rebranding_tanggulangin)

IKM Tanggulangin mulai hidup kembali setelah dibukanya jalan arteri serta akses ke kecamatan Tanggulangin yang membuat daerah ini kembali ramai pada tahun 2012. Dan perkembangan IKM Tanggulanginpun sejak saat itu terus membaik hingga kini.

Dalam rangka membangkitkan potensi IKM Tanggulangin sebagai sentra kerajinan yang dikenal dengan kualitas produk yang tidak dapat diremehkan. Kemenperin bersama Pemprov Jatim dan Pemkab Sidoarjo melakukan revitalisasi terhadap IKM Tanggulangin.

Konsep perubahan sentra IKM Tanggulangin menjadi Kawasan Wisata Terpadu yang meliputi wisata belanja, wisata budaya dan kuliner, serta wisata edukasi terpadu menjadi tujuan utama dari proses revitalisasi ini.

Konsep 3 in 1 di IKM Tanggulangin (sumber: @rebranding_tanggulangin)

Revitalisasi yang meliputi revitalisasi fisik dan kelembagaan diharapkan mampu mendorong peningkatan baik dalam hal kemampuan produksi serta peningkatan kualitas. Kemudian, revitalisasi juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan promosi dalam rangka menarik minat masyarakat dan wisatawan agar kembali mengandalkan berbagai produk lokal produksi IKM Tanggulangin.

Hal ini tentu akan bagus bagi ekonomi lokal. Mengingat, selain memiliki riwayat pendapatan perbulan yang tinggi mencapai angka Rp 1 Milyar, IKM Tanggulangin juga mampu menyerap tenaga kerja dalam angka yang cukup besar. Sesuai dengan data Kemenperin saat ini, anggota IKM Tanggulangin mencapai 798 unit usaha dengan serapan tenaga kerja mencapai lebih dari 2.500 orang. (HND)

TINGGALKAN BALASAN