Kekerasan Pada Anak Mendominasi di Balikpapan

stop kekerasan pada anak (Foto: antoinettecrafts1.rssing.com)

Balikpapan, Semarak.news- Balikpapan menjadi salah satu dari sekian banyak kota di Indonesia dengan kasus kekerasan terhadap anak yang meningkat tajam. Peningkatan tersebut meningkat tajam dari tahun ke tahun. Sebanyak 112 kasus kekerasan terhadap anak tercatat sepanjang tahun 2017 oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan Sri Wahyuningsih menyatakan, turut mendukung keberadaan korban dengan memberikan pendampingan melalui tim di Balikpapan. Halini sesuai dengan prosedur operasional standar (POS) bergantung pada jenis kasus yang ditangani.

“Korban kekerasan fisik akan perlu bantuan dokter. Sedangkan kekerasan psikis akan dirujuk ke psikolog. Namun, kehadiran kami lebih kepada pendampingan secara hukum dan mengawal kasus hingga ke proses pengadilan,” ujarnya.

Selain itu, fungsi DP3AKB tidak selalu bergerak di bidang perlindungan anak namun juga dalam pemenuhan hak anak. Setidaknya ada 31 poin hak anak yang wajib terpenuhi. Diawali hak tercatat di lembaran negara berupa akta kelahiran hingga hak mengetahui orang tua kandung.

Sri Wahyuningsih menuturkan “31 poin diatas secara garis besar berisikan 4 hak anak, diantarnya hak hidup, hak tumbuh dan berkembang, hak berpartisipasi dan hak mendapat perlindungan”. Menariknya, hak berpartisipasi memberikan kesempatan pada anak untuk mengeluarkan pendapat.

Dia menyimpulkan, masyarakat bersama penegak hukum perlu meningkatkan kerja sama dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Masyarakat harus berani lapor dan penegak hukum harus peka serta mengawal kasus hingga putusan hukum terbit. Tak terkecuali peran dari dunia pers untuk mengawal dengan menyebarluaskan informasi perlindungan anak. (ASL)

TINGGALKAN BALASAN