Kecam Peraturan Baru, Driver Kerahkan Massa

Semarak.News, Jakarta – Peraturan Menteri Perhubungan No. 108 akhirnya memicu reaksi para pengemudi online untuk melakukan aksi penolakan melawan aturan yang dinilai banyak merugikan masyarakat, terutama yang menggantungkan hidupnya pada transportasi online. Pagi ini (29/1) ribuan massa pengemudi online khususnya taksi online menggelar aksi demo di depan Istana Negara untuk meminta Presiden Jokowi untuk mencabut Permenhub tersebut dimulai dengan melakukan long march dari IRTI Monas dan sebagian bergerak menuju Kementerian Perhubungan RI.

Para pengemudi taksi online yang mengatasnamakan Aliando (Aliansi Nasional Driver Online) mengatakan bahwa peraturan tersebut justru membunuh pekerjaan driver online dengan banyak menerapkan batasan.

“Beberapa peraturan yang memberatkan kita itu karena banyak batasan yang akan mulai diberlakukan awal Februari besok seperti penggunaan sticker yang justru berbahaya buat kita, lalu ada juga pembatasan wilayah operasional dengan contoh pengemudi taksi online Jakarta nggak boleh beroperasi di Depok dan sekitarnya. Kalau kita ambil di Bandara terus kita mau nganter ke Depok atau Bogor gitu gimana?” ungkap Andi Pangeran, salah satu Uber Entrepreneur yang mengikuti aksi.

Para pengemudi meminta untuk mencabut empat aturan seperti sticker, uji KIR, aturan yang menyatakan driver online masuk kedalam usaha koperasi, dan kuota.  Mulai Februari mendatang, aturan tentang penggunaan sticker penanda transportasi online yang dipasang di depan dan dibelakang kendaraan akan diwajibkan. Sedangkan aturan kuota akan dibedakan di masing-masing wilayah dan akan diatur oleh Gubernur di masing-masing wilayah.

Bukan hanya itu, pemerintah juga mengatur tentang agrometer taksi, tarif batas bawah-batas atas, batas wilayah operasi, bukti kepemilikan kendaraan, domisili Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT), pemberlakuan KIR berkala, pemberlakuan SIM-A Umum, serta pembatasan jumlah kuota Driver Online yang boleh beroperasi.

Menjelang siang, perwakilan massa aksi diterima oleh Pihak Kemenhub sejumlah 16 orang. Apabila tuntutan tidak menemukan titik temu, akan ada aksi lanjutan yang diikuti oleh para pengemudi taksi online dari berbagai daerah terutama Jawa Barat dan Jawa Tengah. Penanggung jawab aksi mengatakan akan mengerahkan massa yang lebih banyak esok hari. “Kalau tuntutan yang dilakukan Aliando tidak dipenuhi, kita dari Aliando akan kembali dengan massa yang lebih banyak.” Ujar Babah Bowie selaku penanggung Jawab aksi.

TINGGALKAN BALASAN