Oleh : Antoni Sandjaya )*

Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan tiga kartu baru yang akan menjadi programnya saat terpilih kembali di Pilpres 2019 nanti. Ketiga kartu tersebut, yakni Kartu Pra Kerja, Kartu Indonesia Pintar (KIP) hingga kuliah, dan Kartu Sembako. Kartu Pra Kerja itu, merupakan program peningkatan pelatihan yang akan diberikan oleh pemerintah bagi para pencari kerja. Harapannya kedepan para pencari kerja mendapatkan bekal ketrampilan sebelum masuk ke dunia kerja.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, rencana Presiden Jokowi untuk mengeluarkan tiga kartu baru sebagai medium penyaluran bantuan sosial tidak akan membebani anggaran belanja dalam APBN. Menurutnya, tiga kartu tersebut akan menjadi medium penyaluran bantuan yang lebih terkonsolidasi, karena sebelumnya alokasi bantuan sosial tersebar di pos belanja beberapa Kementerian berdasarkan sektor bantuan tersebut. Konsolidasi pos-pos bantuan dengan penambahan tiga kartu baru, akan menambah akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran.

Kartu Pra Kerja yang diprogramkan, akan memberikan layanan pelatihan koperasi, skillingre-skilling dan upskill. Hal tersebut merupakan pelatihan vokasi untuk meningkatkan ketrampilan bagi yang belum bekerja, pekerja dan yang akan berganti pekerjaan. Program seperti ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan adanya kartu tersebut, Jokowi berharap semakin meningkatkan program pemberdayaan SDM sehingga Indonesia memiliki SDM kualitas premium.

Pemerintah, telah meluncurkan berbagai program untuk meningkatkan ketrampilan masyarakat. Salah satunya yakni program vokasi dengan mendirikan balai latihan kerja (BLK) komunitas di pesantren-pesantren. Pada 2019 pemerintah menargetkan mendirikan 1000 BLK komunitas.

Selain Kartu Pra Kerja, Jokowi juga akan memperkuat Kartu Indonesia Pintar yang semula hanya diberikan hingga tingkat SMA/SMK menjadi hingga bangku perkuliahan. Dengan kartu KIP kuliah ini maka pendidikan seluruh anak-anak bangsa dapat terjamin. Kondisi ekonomi kelularga yang lemah menjadi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk mengenyam pendidikan hingga bangku perkuliahan. Saat ini, KIP telah diberikan kepada 18,7 juta siswa di seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya.

Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN Jokowi-Ma’ruf, Bahlil Lahadalia menjelaskan “program 3 kartu sakti baru Jokowi merupakan pikiran baik, pikiran bijak dari seorang pemimpin untuk membuat satu keputusan Political Will dalam rangka memberikan kepastian bagi rakyatnya.” Kepastian yang dimaksud disini dapat kita katakan kepastian untuk anak-anak lulusan SMA agar bisa melanjutkan bangku kuliah, kepastian lulus perkuliahan untuk mendapat pekerjaan dan kepastian saat harga-harga mahal, pemerintah hadir untuk membuat murah dengan kartu tersebut.

)* Penulis adalah pengamat sosial politik

LEAVE A REPLY