Koordinator Aksi Demo, Etus Saldena

Kupang Semarak.News | Usai Rapat Dengar Pendapat ( RDP) bersama Komisi V DPRD NTT,  adanya kabar jika korban Selfina Etidena dan keluarga telah melakukan pencabutan laporan polisi (LP)  di Polda NTT dan menyelesaikan secara damai.

Tidak ada cabut laporan polisi. Ganti rugi sudah menjadi sebuah keharusan yang wajib dilakukan oleh negara melalui pihak Nakertras atau Satgas Human Traficking, atas tindakan sewenang-wenang dalam mencekal keberangkatan mahsiswi atasnama Selfiana Etidena yang hendak berpergian ke Jogjakarta tetapi bukan berarti harus menghentikan proses hukum. Sebab kalau demikian, maka dapat dinilai bahwa hukum bisa di tempuh dengan seenaknya melalui jalur kompromi serta bisa tergadaikan, yang mana sudah menjadi satu kesatuan dari pada ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa di pisahkan,” tegas koordinator aksi demo, Etis Saldena kepada wartawan, Selasa (15/01/19).

Etus mengatakan, sebagimana ruang ini sudah diberikan sebelumnya dengan waktu 2X24 jam kepada pihak Nakertrans NTT agar segera menyampaikan permohonan maaf, namun tidak di respon dengan baik. Untuk itu, sebagai koordinator APEK sangat berharap penegak hukum dapat menunjukkan sikap kooperatif dalam menangani kasus ini, sebagaimana sudah di laporkan pada tanggal 14 Januari 2019 kemarin. Pihak Nakertrans NTT dilaporkan ke Polda NTT dengan LP No TTL/B/16/I/2019. Dia mengatakan, secara objektif sehingga menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat dan terutama korban sebagiamana tertuang kuat dalam Pasal 28D UUD 1945, setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.

Etus menegaskan kompromi bukan tujuan dari pada perjuangan yang diinginkan untuk turun jalan melainkan karena keadilan.

Korlap APEK mengajak Plt. Kadis Nakertrans NTT untuk bersama-sama mendidik masyarakat dengan benar sehingga tidak lagi ada persoalan yang sama di daerah ini.

Terpisah, Dedy Jahapay.SH, Kuasa Hukum Selfina Etidena, saat dihubungi lewat pesan Whatshap pribadinya (15/01) mengatakan Proses Hukum terus berlanjut. “Laporan polisi tetap dilanjutkan,” tegasnya.

Dedy menyampaikan sementara merumuskan laporan polisi baru. “Kita lagi rumuskan laporan polisi yang baru dengan kasus yang sama,” ucapnya lagi. ***(dako)

LEAVE A REPLY