Kasus Narkotika di Tanjungbalai Meningkat

Tanjungbalai,Semarak.news – Kota Tanjungbalai memang sudah terkenal dengan kasus narkobanya, hampir setiap hari ada saja kasus penangkapan baik pengguna ataupun pengedar narkoba. Hal tersebut dikarenakan banyaknya penyelundupan narkoba dari negara Malaysia yang dekat dengan Tanjungbalai.

Hari ini, Senin (5/11) di Polres Tanjungbalai berlangsung  kegiatan konferensi pers pengungkapan kasus tindak pidana narkotika, tersangka dan barang bukti narkotika periode Agustus – Oktober 2018 oleh Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai,SH.SIK beserta Wakapolres Kompol Edi Bona Sinaga,SH dan Kasat Res Narkoba AKP Adi Haryono,SH.

Adapun Kasus yang terjadi pada kurun waktu dua bulan tersebut adalah 70 kasus yang terungkap, yang artinya 35 kasus dalam sebulan dan berarti setiap hari minimal terjadi satu kasus narkoba di Tanjungbalai. Ini menunjukkan bahwa kota Tanjungbalai termasuk Kota yang tinggi tingkat peredaran narkobanya.

Dalam konferensi pers tersebut dihadirkan sekitar 20 orang tersangka dari 88 orang tersangka yang ditangkap pada kurun waktu 2 bulan tersebut. Dengan rincian 67 orang kasus sabu-sabu, 2 tersangka kasus ganja dan 1 tersangka kasus ekstasi. Dari 88 orang tersangka tersebut 85 orang terkena pasal pengedar dan 3 sisanya sebagai pengguna.

Adapun barang bukti yang dihadirkan adalah sabu-sabu sebanyak 119,53 gram, ganja 2,25 gram, dan ekstasi sebanyak 14 butir.

Dengan data tersebut Kapolres Tanjungbalai menyatakan terjadi kenaikan kasus dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu Juli – Agustus. Jumlah kenaikan tersangka sekitar 46% dengan jumlah 28 orang, dan kenaikan kasus sekitar 45% dengan jumlah 22 kasus.

Kapolres Tanjungbalai pun mengatakan “kenaikan ini menunjukkan bahwa di Kota Tanjungbalai masih sangat tinggi peredaran narkobanya, dan polres Tanjungbalai akan berusaha meningkatkan kinerjanya demi memberantas narkoba, Polres juga akan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk membangun lembaga rehabilitasi untuk menyembuhkan para pengguna dan korban penyalahgunaan narkoba agar tidak menggunakan lagi kemudian hari” ujar beliau.(YS)

 

TINGGALKAN BALASAN