Kader HMI Harus Berperan Dalam Mewarnai Demokrasi Indonesia

FEBRI ROMADHON/Ketua Bidang Perkaderan HMI Cabang Pekanbaru dan Mahasiswa FISIPOL UIR (sumber: dokumen pribadi)

Negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan juga sumber daya alamnya, sehingga disebut juga sebagai zamrud khatulistiwa, hal – hal itu harus menjadi potensi bangsa untuk dapat memajukan negara. Negara merupakan sebuah sistem organisasi yang terbesar dilingkup masyarakat, Indonesia menerapkan bentuk pemerintahan demokrasi yang ditawarkan kepada masyarakatnya, konsep demokrasi merupakan apresiasi bangsa terhadap masyarakatnya yang memiliki kemajemukan baik dari segi suku, bahasa, agama dan lain sebagainya. Dalam konsep demokrasi Indonesia, Negara merupakan fasilitator yang menaungi kemajemukan itu, karena harus kita sadari kemajemukan dibangsa ini sering menjadi persoalan mendasar yang timbul di dalam masyarakat karena masih ada ego – ego sektoral yang timbul di dalam masyarakat.

Pemerintah yang berperan sebagai pengambil, pembuat, dan menjalankan kebijakan untuk bangsanya haruslah melihat masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dinegara demokrasi, artinya dalam menentukan suatu kebijakan pemerintah harus melihat apa yang dibutuhkan oleh masyarakat karena di dalam demokrasi pemerintah merupakan pelayan bagi rakyatnya.

Maka dari itu peran pemerintah sangat sentral, karena rakyat sudah memberi mandat dan kepercayaan kepadanya untuk menjalankan sistem negara ini. Jika pemerintah sudah tidak lagi memandang masyarakat dalam membuat dan mengambil kebijakan maka sama saja pemerintah telah mengangkangi demokrasi itu sendiri. Walaupun masyarakat sudah memberikan mandat kepada pemerintah untuk mengatur semua tata kelola kenegaraan melalui pemilihan umum bukan berarti peran masyarakat selesai. Masyarakat juga harus mengambil peran besar dalam mewujudkan sistem ketata kelolaan yang baik bagi negara. Masyarakat bisa mengontrol kebijakan pemerintah dengan cara menekan pemerintah jika ada kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat secara umum. Maka dari itu di dalam sistem politik sangat perlu adanya kelompok penekan, kelompok penekan adalah kumpulan masyarakat yang tergabung pada lembaga kemasyarakatan dengan aktivitas atau kegiatannya yang memberikan tekanan kepada penguasa ataupun pemerintah.

Himpunan Mahasiswa Islam merupakan salah satu dari contoh kelompok penekan, yang dimana salah satu tujuannya adalah turut bertanggungjawab atas terwujudnya tatanan masyarakat yang di ridhai Allah. Artinya HMI berposisi diantara masyarakat dan juga pemerintah, kader HMI haruslah menjadi penengah yang independensinya mesti terjaga, maksudnya kader HMI harus berpihak kepada kebenaran seperti yang telah tertuang di dalam Khittah Perjuangan HMI.

Kader HMI harus mampu memberi warna dalam proses ataupun penegakan demokrasi di Indonesia, sebagai kaum intelektual yang berpikiran visioner kader HMI harus mampu menelisik dan menelaah segala permasalahan yang timbul di dalam masyarakat akibat ulah dari pemerintah. Sangat jelas di dalam Khittah Perjuangan bahwa HMI menginginkan kadernya menjadi sosok paripurna yaitu menjadi manusia yang lengkap baik itu dari sikap individu dia sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sebagai penegak kebajikan yang memiliki jiwa pemberani sebagai pejuang, sebagai makhluk yang berpikir untuk mencari sebuah kebenaran, dan juga sebagai makhluk yang mampu menciptakan problem solving yang memberikan pembaharuan di tengah – tengah umat.

Alumni dan kader – kader HMI telah banyak memberikan sumbangsih tenaga dan pemikiran kepada negara yang telah merdeka selama 73 tahun ini. Sosok Lafran Pane sebagai salah satu pendiri HMI yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional di hari pahlawan pada 10 November tahun lalu itu haruslah menjadi salah satu panutan dan contoh bagi kader HMI. Dimana ketika itu tahun 1947 kondisi negara belum stabil karena masih ada upaya dari pihak sekutu untuk merebut kembali Indonesia sebagai negara jajahan mampu mengubah pola pikir seorang mahasiswa semester pertama itu untuk mendirikan organisasi yang kita kenal dengan HMI ini, terlahir dari kegelisahannya dalam melihat kondisi mahasiswa Islam yang belum bebas mendapatkan pendidikan Islam diperkuliahan ditambah lagi dengan tekanan sekutu untuk mengambil alih Indonesia membuatnya gagah berani memproklamirkan himpunan ini sebagai bentuk upaya kepeduliannya terhadap negara dan juga Islam.

Sebagai kader HMI harus mampu mengadopsi semangat dan keberanian seorang Lafran Pane ke dalam dirinya. Peranan HMI sebagai kelompok penekan dan pengawal demokrasi dinegeri ini harus diperankan secara maksimal, mengimplementasikan nilai – nilai yang terkandung di dalam Khittah Perjuangan HMI di dalam kehidupan bernegara. Kader HMI harus paham perannya berada dimana, dan apa yang akan dia lakukan untuk mewarnai demokrasi Indonesia, karena HMI tidak menginginkan kadernya buta akan pemikiran dan pergerakan.

 

Penulis          : FEBRI ROMADHON (Ketua Bidang Perkaderan HMI Cabang Pekanbaru dan Mahasiswa FISIPOL UIR) (0812 6888 9459)

Editor              : Wahyu

TINGGALKAN BALASAN