Juli 2018, Bansos Lobar Berubah Menjadi BPNT

[Sumber Liputan6.com]

Giri Menang, Semarak.News – Pertengahan tahun 2018 yakni bulan Juli, program Bansos Rastra di Kab. Lombok barat (Lobar) akan diganti dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kab. Lobar, Hj. Ni Made Ambarwati kepada Semarak.news kemarin (17/4/2018) di Lobby Kantor Bupati Lobar sesaat seusai Peringatan HUT Kab. Lobar ke 60 tahun.

Program BNPT akan langsung tertuju pada sasaran penerima karena sudah sesuai menurut nama dan alamat penerima (by name by address) sehingga dijamin tepat sasaran. Saat ini Dinas Sosial sedang melakukan pencatatan data dari semua kecamatan agar penerima manfaat dapat tepat sasaran.

Dinas Sosial sedang memperbaiki data dan melakukan verifikasi dan validasi (verivali) data Bansos Rastra dan PKH untuk dijadikan Basis Data Terpadu (BDT). BDT tersebut dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Setelah semua data sudah masuk baru mulai dapat dilakukan penyaluran BPNT. Penerima BPNT merupakan PKH yang menerima Bansos Rastra.

“Bantuan sosial (Bansos) yang diberikan dari pemerintah kepada masyarakat miskin terdiri dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan beras sejahtera (Rastra). Jumlah PKH di Lobar mencapai sekitar 40.448 keluarga dan penerima Rastra mencapai sekitar 669.960 penerima. PKH tahap satu sebesar Rp 500.000 sudah tersalurkan sedangkan Bansos Rastra bulan Januari hingga Maret 2018 seluruhnya sudah tersalurkan sebesar 100%, namun untuk bulan April masih dalam proses penyaluran oleh Bulog.” Jelas Hj. Ni Made Ambarwati saat ditanya terkait penyaluran bansos.  Selain itu, penyaluran PKH tidak mengalami kendala karena disalurkan melalui Bank BRI namun untuk penyaluran Bansos Rastra kendala yang dihadapi adalah data yang terus berubah (dinamis) karena adanya status kependudukan yang berubah seperti pindah domisili, masuk domisili Kab. Lobar, meninggal dunia, dsb.

Menteri Sosial RI, H. Idrus Marham dalam kunjungannya ke Kab. Lobar beberapa waktu lalu telah menekankan kepada seluruh pihak untuk tidak melakukan penyelewengan Bansos Rastra. Apabila penerima Bansos Rastra tidak mendapatkan 10 kg Rastra agar segera melaporkannya kepada Kepolisian untuk ditindaklanjuti. Mensos RI juga mengingatkan kepada masyarakat jika menemukan oknum Kades dan Kadus yang bermain atau mengurangi jatah warga untuk dilaporkan kepada Kepolisian. Selain jumlah Rastra, juga berkaitan dengan kualitas beras, apabila kurang baik segera laporkan kepada Bulog.

Pada kunjungan Mensos RI juga, terdapat tiga warga Lobar penerima Bansos PKH yang mengajukan diri untuk tidak lagi menerima bantuan karena merasa sudah mampu menghidupi diri dan keluarganya. Hal tersebut menjadikan motivasi bagi penerima Bansos lain agar lebih bersemangat untuk menyejahterakan diri dan keluarganya dari kemiskinan dengan terus bekerja keras. Mayoritas masyarakat masih enggan untuk keluar dari penerima bantuan, padahal masih ada warga yang lebih membutuhkan. (tya)

TINGGALKAN BALASAN