Jerman Beri Bantuan untuk Pembangunan Suriah

Anak-anak menjadi korban dalam konflik Suriah, sumber sindonews.internasional

Jakarta, Semarak.News – Jerman secara resmi bersedia membantu pembangunan Suriah yang hancur akibat perang saudara secara bersyarat.

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas, berujar di twitter “Jika ada solusi politik di Suriah yang mengarah pada pemilu yang bebas, maka kami siap mengambil tanggung jawab rekonstruksi.”

Pernyataan itu menjawab pertanyaan Presiden Rusia Vladimir Putin yang meminta negara-negara Eropa untuk membantu rekonstruksi Suriah.

Menurut Maas, membantu Suriah menjadi negara yang stabil adalah kepentingan negaranya. Dan Jerman pun memiliki peran penting dalam hal itu.

Pada saat yang sama, Maas juga menekankan permintaan pemerintahan di Berlin untuk Rusia agar menggunakan pengaruhnya untuk mengurungkan niat Presiden Suriah Bashar al-Assad dari rencana penyerangan besar-besaran ke Idlib.

“Saya akan mencoba meyakinkan kolega saya, Lavrov (Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov), harapan kami bahwa seharusnya serangan besar di Idlib tidak perlu terjadi,” Maas menambahkan.

Idlib merupakan satu-satunya kawasan yang masih di luar kontrol Pemerintah Suriah dan hendak direbut kembali oleh Suriah dengan bantuan sekutunya.

Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan Suriah yang didukung Rusia tengah mengepung Idlib. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan serangan udara dan darat.

PBB telah memperingatkan bahwa serangan ke Idlib akan menciptakan bencana kemanusiaan terburuk abad ini dengan memaksa ribuan warga melarikan diri.

Sejak tahun 2015, Jerman telah menerima pencari suaka dari perang Irak dan Suriah sebanyak lebih dari satu juta orang.

Kanselir Jerman, Angela Merkel memutuskan untuk tetap membuka perbatasan negaranya untuk masuknya pengungsi meskipun menuai pro dan kontra dari warga Jerman.

Presiden Rusia, Vladimir Putin tengah mempersiapkan pertemuan dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin (14/09) di Sochi. “Pertemuan sedang dipersiapkan,” ungkap juru bicara Kremlin. (NR)

TINGGALKAN BALASAN