Jeda Kemanusiaan Sehari di Ghouta Timur Suriah Oleh Putin

Vladimir Putin

Moskow, Semarak.news – Dewan Keamanan PBB telah memerintahkan gencatan senjata 30 hari di Suriah, namun tetap saja serangan terus terjadi di wilayah Ghouta Timur. Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan diberlakukan jeda kemanusiaan dengan tidak menyerang kawasan pinggiran Damaskus yang dikuasai pemberontak itu.

Dikutip dari AFP, Senin (26/2/2018), Rusia diminta untuk menghentikan bantuan serangan kepada militer Suriah selama sehari. Ini diberlakukan untuk Selasa (27/2).

“Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan jeda kemanusiaan sehari untuk melakukan serangan udara di daerah kantong gerilyawan Ghalda Suriah yang dikuasai pemberontak sejak Selasa,” ujar Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu.

Jeda kemanusiaan atau yang juga disebut sebagai ‘humanitarian pause’ itu diberlakukan Rusia untuk menghindari korban sipil di Ghouta Timur.

Baca Juga : Humanitarian Pause

Kekerasan di Yaman, termasuk serangan udara yang menargetkan landasan pacu di bandara internasional di ibukota, Sana’a, telah sangat membatasi upaya untuk memberikan bantuan.

Jeda kemanusiaan juga pernah dilakukan oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada 12/05/2015 yang menyerukan gencatan senjata di Yaman akibat dari kekerasan di Yaman, hal ini disebabkan serangan udara yang menargetkan landasan pacu di bandara internasional di ibukota, Sana’a, yang berimbas pada membatasi upaya untuk memberikan bantuan.

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Rusia turut mendukung gencatan senjata 30 hari di Suriah. Namun menurut kelompok Observasi Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang berbasis di London, Inggris, pesawat tempur militer Suriah yang didukung Rusia terus menyerang Ghouta Timur usai keluarnya resolusi DK PBB. (AR)

 

TINGGALKAN BALASAN