ITGA Bahas Potensi dan Tantangan Pertanian Tembakau se-ASIA di Lombok

Pertemuan Forum Petani Tembakau se-ASIA (ITGA) di NTB

Lombok Barat, Semarak.news –  Perkumpulan petani tembakau se-Asia yang tergabung dalam The International Tobacco Growers Association (ITGA) menyelenggarakan pertemuan tahunan di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, selama dua hari 27-28 Maret 2018.

Pertemuan yang dihadiri oleh delegasi dari Azerbaijan, India, Indonesia, dan Filipina serta perwakilan dari pemangku kepentingan lainnya, perwakilan pemerintah, dan delegasi dari PBB tersebut membahas secara mendalam berbagai tantangan yang kian berkembang di sektor pertanian dan industri tembakau. Ketua Pelaksana Harian ITGA, Antonio Abrunhosa mengatakan, “Ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya untuk kembali berada di Asia Tenggara, dimana banyak perubahan telah terjadi. Menilik berbagai perubahan ini, kita dapat melihat bahwa pasar tembakau dan produk tembakau telah berubah arah.”

Antonio juga menyinggung permasalahan lain, yaitu terkait penurunan permintaan tembakau dan sejumlah penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan konsumsi tembakau di seluruh negara penghasil. Untuk itu, ia meminta perwakilan Indonesia banyak berbicara mengenai kondisi terkini dan hasil riset dalam bidang tembakau di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), Budidoyo, dalam pidato pembukaan pertemuan ITGA, menyampaikan bahwa petani tembakau telah menerapkan praktik pertanian yang sejalan dengan sejumlah target capaian dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG).

“Indonesia sebagai produsen tembakau ke-5 terbesar di dunia ternyata mampu menyerap jumlah petani tembakau sebanyak 2 juta orang, 1,5 juta petani cengkeh, mampu menyerap 600 ribu karyawan industri tembakau, serta mampu menggerakkan 2 juta ritel di seluruh Indonesia. Jika ditotal, 6,1 juta orang terlibat di dalam seluruh rantai pasokan tembakau,” kata Budidoyo.

Dalam pertemuan tersebut, yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Ir. Husnul Fauzi, M.Si., mengatakan bahwa andalan tanaman di NTB salah satunya adalah tembakau, selain padi yang telah swasembada sejak 1984. Bahkan, ia menambahkan, NTB menjadi salah satu daerah sentra tembakau, dengan jenis utamanya Virginia. Husnul berharap melalui pertemuan forum petani tembakau se-ASIA nantinya menghasilkan keputusan yang tepat untuk petani tembakau dan industrinya.

Pertemuan ditutup dengan pembacaan deklarasi komitmen bersama ITGA terkait perkembangan tembakau, yang diikuti dengan penandatanganan deklarasi tersebut oleh seluruh perwakilan peserta.

TINGGALKAN BALASAN