Isu DPT Ganda yang di Duga Bermotif Politik

Komisi Pemilihan Umum (sumber : Google)

Jakarta, Semarak.News – Masinton Pasaribu meminta kepada Komisi Pemilihan Umum agar lebih transparan dalam pengolahan daftar pemilih tetap (DPT). Dia menduga ada motif politik dibalik isu DPT ganda tersebut.

Politikus PDI Perjuangan itu juga meminta agar dilakukan perhitungan yang akurat serta dilakukan penyisiran oleh masing-masing partai agar tidak ada yang dirugikan dan tidak ditemukan lagi DPT ganda.

“Harus didasari penghitungan yang tepat dan akurat. Memang harus bersama-sama lakukan penyisiran. Semua pihak ikut terlibat, dan KPU saya minta agar transparan,” katanya saat berada di kawasan Menteng (14/9/2018).

Dia berharap agar isu ini tidak digunakan dalam kepentingan politik.

Koalisi Parpol Prabowo-Sandi

Sebelumnya Sekretaris Jendral DPP PAN Eddy Soeparno di Rumah pemenangan PAN, Jakarta Selatan (10/9/2018) mengatakan setelah melakukan penyisiran serta validasi oleh tim internal ditemukan sekitar 6,8 juta DPT ganda.

“Kami melakukan validasi, ada kejelasan yaitu masih ada 6,8 juta DPT ganda. Ini masih bergulir terus, kemungkinan bisa berkurang lagi,” Ujarnya.

Di lokasi yang sama Priyo Budi Santoso mengapresiasi kinerja KPU yang memberikan keterbukaan dalam memperbaiki DPT. Dia juga menambahkan apabila DPT ganda ini tidak segera diperbaiki maka akan menimbulkan keresahan dan kecemasan sehingga parpol koalisi pendukung Prabowo-Sandi berkonsentrasi penuh terkait isu ini.

“Jadi supaya pemilu benar-benar jujur dan adil serta tidak ada asumsi akan diselewengkan, kami dari koalisi Prabowo-Sandiaga bertekad dan berkomitmen selalu memperjuangkan agar ini bisa segera clear,” kata Sekjen Partai Berkarya itu. (MT)

TINGGALKAN BALASAN