Jakarta, semarak.news — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkapkan bahwa Indonesia belum berada dalam tahap menyusul Amerika Serikat (AS) lewat misi Apollo 11 guna mendaratkan manusia ke Bulan pada 50 tahun lalu.

Thomas Djamaluddin sebagai Kepala LAPAN mengatakan bahwa Indonesia lebih fokus mengembangkan satelit hingga roket peluncur daripada menyusul negara tetangga untuk mengirim misi ke Bulan.

Alih-alih menyusul AS dan negara lain ke Bulan dilihat dari segi keterbatasan Indonesia masih memfokuskan pada penguasaan teknologi untuk orbit Bumi.

Thomas mengatakan bahwa Indonesia masih fokus pada penguasaan teknologi untuk orbit Bumi, mulai dari pengembangan satelit hingga roket peluncur saat ditemui di Depok, Jawa Barat, Rabu (17/7).

Kendati demikian, Thomas menerangkan hal itu tidak menutup kemungkinan bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam misi eksplorasi antariksa.

Untuk hal ini, Thomas mengungkapkan sudah ada beberapa universitas yang secara informal menyatakan minat untuk mengembangkan robotik agar bisa berkontribusi dalam misi eksplorasi antariksa.

Misi Apollo 11 yang membawa Neil Armstrong, Edwin ‘Buzz’ Aldrian, dan Michael Collins lepas landas pada 16 Juli 1969 dari Kennedy Space Center, Florida, AS. Dalam misi tersebut, pesawat Eagle yang ditumpangi Buzz dan Armstrong mendarat dengan selamat di permukaan Bulan pada 20 Juli 1969.

Setelah mengumpulkan 22 kilogram material sampel yang terdiri dari 50 batuan dari Bulan, ketiga astronaut meluncur kembali dari Bulan pada 22 Juli 1969. Tepat pada 24 Juli ketiganya mendarat dengan selamat di Samudera Pasifik.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY