Indonesia-Africa Infrastruktur Dialogue (IAID), Sejarah Baru Hubungan Indonesia-Afrika

0
26

Bali, Semarak.news – IAID baru saja ditutup Rabu (21/8) oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Ibu Retno P. Marsudi dan disambut  dengan rasa gembira oleh seluruh peserta yang hadir dari 53 negara di Afrika, termasuk dari 8 negara wilayah akreditasi KBRI Dakar .

IAID yang merupakan kelanjutan dari Indonesia-Africa Forum (IAF) April 2018, telah menghasilkan puluhan business deals dibidang kerjasama Infrastruktur antara Indonesia yang diwakili PT. Wijaya Karya dengan stake holders lainnya dari negara Afrika. Pada IAF 2018 mendapatkan angka business deals sekitar 500 juta USD, namun dalam agenda IAID kali ini capaian business deals-nya mencapai angka 822 juta USD, yang mana lebih dari 50 persen atau sekitar 459 juta USD dari capaian tersebut berada di ruang lingkup KBRI Dakar, yakni Proyek Pembangunan Multi Purpose  BuildingTour De Goree” di Senegal senilai 250 juta USD dan 200 Juta usd USD untuk pembangunan “Social Housing” di Abidjan, Pantai Gading.

“Dari 11 kesepakatan Bisnis senilai 822 juta USD yang telah ditandatangani pada IAID di Bali 21-22 Agustus 2019, dua kesepakatan merupakan kerjasama infrastruktur RI dengan Senegal yaitu pembangunan Goree Tower di Dakar senilai 250 juta USD dan pembangunan lima ribu perumahan rakyat di Abidjan Cote Ivoire senilai 200 juta USD,” kata Dubes RI untuk Dakar, Manyur Pangeran.

Sementara itu, Kepala Bappenas Senegal, DR. Cheikh Kante mengharapkan supaya Presiden RI, Joko Widodo berkenan meletakkan batu pertama pembangunan Goree Tower tersebut. Pembangunan Goree Tower direncanakan akan membutuhkan waktu selama 2 tahun untuk proses pembangunannya sehingga diharapkan pada tahun 2022 proyek tersebut telah selesai. Senegal juga akan menjadi tuan rumah Olympic Game pada tahun 2023, Goree Tower tersebut akan menjadi salah satu lokasi untuk perhelatan agenda tersebut.

Cheikh Kante juga menyatakan bahwa pembangunan Goree Tower tersebut akan pembuka jalan bagi kehadiran Indonesia di Senegal dan terutama dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur strategis lainnya, seperti jalan tol, jembatan, pembangkit listrik, perumahan rakyat dan lainnya.

Sesuai pidato Presiden RI dalam pembukaan IAID, Indonesia-Afrika adalah saudara sehingga memiliki kedudukan yang setara. Hal tersebut akan menjadi pijakan bagi Indonesia dengan negara-negara di Afrika untuk memperkuat kerjasama dalam berbagai bidang, terutama ekonomi. Oleh karena itu, masing-masing KBRI di kawasan Afrika harus mampu mengelola dan memperkenalkan produk-produk Indonesia kepada negara-negara kawasan Afrika.

LEAVE A REPLY