IMM Kota Batam Bantah Pernyataan Ketua Timsel KPU

Muhammad Dwi Ahmadysah, Sektum IMM Kota Batam Menolak Keputusan Timsel.

Batam, Semarak.news – Melalui Sekretaris Umumnya, Muhammad Dwi Ahmadsyah, IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Kota Batam telah membantah pernyataan Razaki Persada sebagai Ketua Timsel KPU Kab/Kota Kepri yang meloloskan Jernih Milayati Siregar sebagai salah satu calon anggota KPU Batam. Jawaban dari Razaki Persada yang menyatakan bahwa Timsel telah melakukan proses seleksi secara objektif dan sesuai aturan dianggap seolah-olah tidak bisa membedakan antara kedudukan keputusan PKPU No. 7 Tentang Seleksi Anggota KPU Kabupaten Kota.

“Kami ingin menjelaskan bahwa putusan DKPP melaui surat No: 121/DKPP-PKE-III/2014 berupa peringatan keras untuk saudari Jernih merupakan bentuk sanksi karena telah terbukti melanggar kode etik DKPP,” Kata Muhammad Dwi, Selasa (24/04).

“Sedangkan PKPU No. 7/2018 pasal 5 ayat 1 huruf (d), menjelaskan bahwa beberapa syarat yang harus dipenuhi sebagai calon anggota KPU adalah memiliki integritas, kepribadian yang kuat, jujur dan adil,” lanjutnya.

IMM Kota Batam ingin membantah jawaban dari Ketua Timsel karena dua perkara tersebut dimana Timsel tidak dapat mempertimbangkan adanya putusan DKPP dan aturan PKPU yang dimaksud sebagai dasar hukum dalam melakukan seleksi calon anggota KPU Batam.

“JMS yang telah lolos sebagai salah satu calon anggota KPU Batam menurut kami tidak memiliki syarat yang dimaksud dalam PKPU karena atas permasalahan yang dibuatnya dalam Pemilu 2014 di Batam saat dirinya masih menjabat sebagai Komisioner KPU Batam,” Jelas Sektum IMM Kota Batam.

Keanehan muncul dari Timsel akibat meloloskan JMS dalam seleksi angota KPU karena terbukti tidak berintegritas dan tidak sesuai dengan aturan PKPU.

Pernyataan dari Ketua Timsel KPU, Razaki Persada dinilai juga seolah-olah masih tidak mengerti bahwa acuan Timsel adalah PKPU No. 7 dalam memilih dan merekomendasikan calon anggota KPU dan adanya DKPP sebagai instrumen dalam melakukan pertimbangan terhadap calon yang akan diloloskan dalam seleksi, namun kenyataannya JMS masih saja diloloskan sebagai salah satu calon anggota KPU Batam.

Seharusnya Keberadaan Timsel untuk memastikan bahwa calon yang direkomendasikan dapat memenuhi syarat yang tertuang dalam PKPU, terutama soal integritas bagi calon anggota KPU yang akan dibentuk. Lolosnya JMS dinilai sangat tidak sesuai aturan bagi IMM Kota Batam karena tidak memenuhi syarat yang ada dalam PKPU atas putusan DPKK yang pernah dikeluarkan untuknya atas permasalahan Pemilu 2014. (DIT)

TINGGALKAN BALASAN