Jakarta, Semarak.News – IHSG ( Indeks Harga Saham Gabungan ) terus mengalami penurunan hingga pertengahan pekan minggu ini. Hal ini dapat dilihat dari data yang tercantum dalam IHSG dimana belum memberikan  tanda-tanda pergeseran dari zona merah ke zona hijau.

Sampai saat ini IHSG terus mengalami pelemahan dan mempengaruhi pasar saham hingga area 6.300.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyatakan pelemahan yang terjadi dapat dilihat dalam jangka pendek. Dalam risetnya, Nafi membuktikan IHSG akan tertekan pada rentang 6.355-6.473.

Namun disisi lain, sejumlah saham diantaranya PT Vale Indonesia Tbk, PT Tunas Baru Lampung Tbk, PT Gudang Garam Tbk, PT Delta Dunia Makmur, dan PT Astra International Tbk tetap melakukan transaksi untuk trading dengan IHSG.

Beberapa analisis mengungkap jika IHSG  tetap berada dalam zona negatif dalam jangka menengah. IHSG akan menetap di teritori negatif hingga beberapa hari ke depan. pelemahan ini terjadi akibat adanya perang dagang antara AS dengan China.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menilai perang dagang memiliki dampak yang sangat besar dan mempengaruhi segala aspek perekonomian dalam lingkup global. IHSG sendiri juga terpengaruhi oleh perang dagang yang saat ini masih berlangsung.

Meskipun telah terjadi kesepakatan antara AS dengan China untuk melaksanakan perundingan dan menangguhkan tarif perdagangan, namun pelaku pasar belum mendapatkan hasil keputusan dari perundingan terkait perang dagang yang berlangsung.

Dennies menyatakan IHSG akan terus melemah hingga adanya keputusan terkait perang dagang antara AS dengan China. Tercatat pergerakan IHSG masih dalam rentang 6.322-6.374 dengan resistance 6.495-6.564. (MSL)

LEAVE A REPLY