MANAGUA – Aksi protes terhadap Presiden Nikaragua, Daniel Ortega, yang terjadi tahun lalu di bawah pimpinan seorang petani lokal, Medardo Mareina berbuah menjadi vonis 200 tahun penjara untuk dua pemimpin oposisi di negara tersebut. Vonis dijatuhkan setelah para pemimpin bisnis meminta pemerintahan membebaskan si petani dan ratusan orang lain yang dianggap tahanan politik.

Medardo Mairena (kiri), dan Pedro Mena (tengah).

Lebih dari 320 orang tewas dalam aksi protes terhadap Ortega tahun lalu, setelah pendukung pemerintah dan polisi menembaki kerumunan massa oposisi. Sebelum ditahan pada Juli lalu, Medardo yang merupakan anggota oposisi ikut berpartisipasi dalam dialog dengan pemerintah. Namun dialog tersebut tidak membuahkan hasil.

Atas hasil tersebut Medardo dihadapkan dengan vonis 216 tahun penjara, satu tokoh oposisi lainnya, Pedro Mena, dijatuhi vonis 210 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas dakwaan terorisme dan sejumlah dakwaan pidana lainnya terkait unjuk rasa yang sama.

Mairena adalah pemimpin gerakan yang menentang proyek pembangunan jalur air yang menghubungkan lautan Pasifik dan Atlantik dan menyaingi Terusan Panama. Proyek yang mendapat dukungan dari China itu saat ini telah ditunda pembangunannya.

Meski sudah mendapat vonis, ada konstitusi di negara tersebut yang mengatakan kalau warga negara Nikaragua tidak boleh dipenjara lebih 30 tahun. Pengacara Medardo menilai keputusan pemerintah Ortega ini konyol dan akan mengajukan banding sampai ke Mahkamah Internasional.

Hakim menyatakan Medardo bersalah atas tewas nya 5 petugas kepolisian dan hilang nya 2 petugas lainnya saat terjadi kerusuhan pro pemerintah melawan oposisi tahun lalu. Ditambah upaya akan melakukan kudeta terhadap Presiden Ortega.

 

 

LEAVE A REPLY