Hubungan Apik Beogard-Jakarta Membawa Irina Pejoska Tampil di Salihara

Irina Pejoska di Komunitas Salihara (sumber: Komunitas Salihara)

Jakarta, Semarak.News – Selama enam dasawarsa lebih telah terjalin hubungan diplomatis antara Indonesia dan Serbia. Salah satu hubungan yang dijalin adalah hubungan dalam bidang pendidikan dan budaya. Banyak mahasiswa dari kedua negara saling bertukar tempat belajar sejak tahun 1960-an. Bahkan melalui Kemendikbud, Indonesia menyediakan dua jenis beasiswa, yaitu Darmasiswa dan KNB untuk mahasiswa-mahasiwa Serbia yang ingin belajar di Indonesia. Sementara itu, Serbia pun menyediakan beasiswa World in Serbia.

Sebagai negara kecil yang terletak di timur Eropa, Serbia memiliki pendidikan kedokteran, budaya, hubungan internasional, musik, dan seni yang cukup berkualitas. Hal tersebut menjadikan Serbia sebagai pilihan mahasiswa-mahasiwa dari Indonesia dan negara lain untuk belajar disana. Biaya hidup disana pun cukup terjangkau.

Hubungan baik kedua negara ini ditunjukkan dengan hal menukar kebudayaan melalui aneka ragam kunjungan budaya, seperti misalnya misi budaya kelompok tari Krida Budaya dari Universitas Indonesia yang melakukan tour pentas 16 kota di Serbia pada tahun 2013, pentas teater dan gerak workshop Putu Wijata pada tahun 2004, konser musik dan workshop Bilja Krstic dan Bistrik Orkestra pada tahun 2012, serta berbagai kunjungan budaya lain oleh seniman-seniman Indonesia dan Serbia lainnya.

Sabtu malam kemarin (27/01/2018) hubungan baik tersebut kembali terbukti dengan tampilnya gadis muda berumur 15 tahun bernama Irina Pejoska di Komunitas Salihara. Konser tunggal tersebut mampu memuaskan penonton yang memnuhi Black Box Theater Salihara.

Irina Pejoska merupakan musisi dan pemain harpa berusia muda yang berasal dari Belgrade, Serbia. Sebelumnya, ia menekuni alat musik biola saat sekolah di sekolah musik Mokranjac, Serbia, namun karena panggilan jiwanya, ia beralih ke alat musik harpa dan pindah sekolah di sekolah musik Stanković di negara yang sama. Ia pernah memenangkan berbagai penghargaan nasional dan internasional, serta tampil di beberapa acara yang diadakan di Kolarčeva Zadužbina (Serbia), di ballroom Matica Iseljenika i Srba u Regionu (Serbia) dan di galeri Cultural Centre Pančevo (Serbia).

Irina Pejoska pernah mengikuti master class yang dibimbing oleh pemain harpa unggulan, seperti Irina Cink (Swiss), Olga Ševelevič (Rusia), Emanuela Del Sponti (Italia) dan Ian Jones (Inggris).Dalam konser kemarin, ia membawakan repertoar dari komposer klasik seperti John Thomas, Albert Zabel, Giovanni Battista Pescetti, Claude Debussy, Auguste Durand hingga Reinhold Glière.

Meskipun baru berumur 15 tahun, Irina mampu menunjukkan talenta dan daya magisnya. Irina merupakan salah satu anak muda yang mewakilkan sekolah harpa di Serbia yang dinilai sangat berkualitas. Dia pun juga berasal dari keluarga pemusik, sebagaimana ibunya yang menjadi profesor harpa.

Petikan dawai dari jari jemari Irina nampak begitu luwes dan tegas. Tanpa ragu-ragu dawai-dawai harpa dipetik dengan irama yang pas. Terbukti perkenalannya dengan alat musik ini sejak umur 7 tahun membuat Irina sangat tenang dalam menghasilkan nada-nada indah. Penonton pun tidak henti-hentinya memberikan apresiasi penuh kepada Irina seusai penampilannya. [DK]

Berikut dokumentasi dari Konser Tunggal Irina Pejoska:


Foto oleh Komunitas Salihara

TINGGALKAN BALASAN