Massa Aksi HIMMA NW Cabang Bima (Foto : Semarak.news)

Semarak.news, Bima– Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Nahdatul Wathan (HIMMA NW) Cabang Bima melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Perumahan dan dan Kawasan Pemukiman Kab. Bima. Aksi tersebut bertujuan untuk menuntut permasalahan pembangunan tangki septik komunal dengan media bakteri di 19 desa yang tidak sesuai dengan mekanisme dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditentukan.

“Kami minta Kepala Dinas Perumahan dan kawasan pemukiman harus bertanggungjawab kurangnya pengawasan atas pekerjaan pihak kelompok pelaksana pembangunan tangki septik komunal dan media bakteri yang ada di 19 Desa terutama di desa Soki yang merugikan negara.” Teriak Korlap, Wahyudin dalam orasinya.

Menurutnya, saat ini Bima juga telah menjadi icon kejahatan yang secara struktural mulai dari tingkat Atas sampai ketingkat bawah, salah satunya adalah Penyelewengan RAB yang dilakukan oleh Dinas PARKIM Kab. Bima. Dana untuk program pembangunan tangki septik komunal dengan media bakteri oleh Dinas PARKIM Kab. BIma sebesar Rp 4.650.000.000,- yang diperuntukkan di 19 Desa yang ada di Kabupaten Bima, seperti Desa Soki dan Desa Keli, terbukti belum sesuai dengan mekanisme dan RAB.

“Bima saat ini telah menjadi pusat Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dan tidak sesuai dengan penegakan UU No.31 Tahun 1999 tentang negara yang bersih da bebas dari KKN, hal tersebut dikarenakan tidak adanya realisasi dari pemerintah daerah terkait penegakan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).” ujar Ketua HIMMA NW cabang Bima, Ikhsan.

Aksi unjuk rasa diakhiri dengan mediasi bersama pihak Kepala Dinas Perumahan dan dan Kawasan Pemukiman Kab. Bima, H.Haeruddin. Hasil mediasi tersebut adalah pihak dinas akan melakukan koordinasi dengan pelaksana pembangunan teresbut dalam melakuan penyelidikan lebih lanjut terkait permasalahan ini. (HA)

TINGGALKAN BALASAN