Hari Kartini, FKMTK Cab. Minahasa dilantik dan Gelar Dialog Keperempuanan Indonesia

Minahasa, Semarak.News – Mahasiswa Tidore di Minahasa, yang terhimpun dalam paguyuban Forum Komunikasi Mahasiswa Tidore Kepulauan (FKMTK) Minahasa Sulut, menggelar Pelantikan dan Dialog Keperempuanan Indonesia.(21/4)

Bertempat di Asrama Kamasan Papua, Tondano yang dihadiri puluhan mahasiswa Universitas Manado, acara diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kartini, mengangkat tema “Gerak Politik Perempuan Dalam Masa Kolonial Hingga Era Milinial” yang dibuka secara resmi oleh bapak Jamaluddin Badar, selaku Staf Ahli Walikota Bidang Hukum Politik dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Mewakili Walikota Tidore, Jamaludin menyampaikan sambutan dengan permintaan maaf atas ketidakhadirannya Walikota Tidore dalam kegiatan tersebut. Ucapan selamat kepada Pengurus terpilih juga tak lupa ia sampaikan, dengan harapan pengurus dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik.

“Harapan saya, kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita, terutama menjadi pemersatu agar terjalin kebersamaan dalam keberagaman demi kemajuan organisasi kedepan. Ilmu yang dipelajari jangan lupa diamalkan, terutama bagi daerah, bangsa dan negaraā€, pungkasnya.

Dalam sesi Dialog Keperempuanan, Forum Komunikasi Mahasiswa Tidore Kepulauan menghadirkan dua pembicara berpengalaman yakni Suryani Mappe, selaku ketua HMI cabang Tondano dan Sri Rahmilla Ukoli, alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Manado.

Suryani, dalam dialognya menjelaskan sejarah Kartini. “Banyak perempuan Indonesia yang partisipasi dalam politik, contohnya seperti Gayatri dimasa kerajaan begitupun pada masa kolonial yaitu Kartini. Kartini salah satu perempuan yang ikutĀ  mendirikan pendidikan di Indonesia terutama bagi kaum perempuan, karena itu perempuan harus bangkit seperti Kartini dalam sejarah.”

Sementara itu, untuk menjawab keterlibatan perempuan dalam politik, Sri menjelaskan bahwa dalam sejarahnya banyak keterlibatan perempuan dalam politik. ā€œSalawati Daud adalah salah satu contohĀ  perempuan pertama yang menjadi Walikota Makassar, artinya bahwa perempuan juga tidak kalah dengan laki-laki yang terjun dalam partai politik ataupun diparlemen.”

Sri, juga menambahkan contoh keterlibatan perempuan dalam politik, seperti Kartini, Mantan Presiden Indonesia Megawati Sukarno Putri, Khofifah Indar Parawansah dan masih banyak lagi tokoh perempuan lainnya.

Acara ditutup dengan pembacaan puisi dan penampilan Tarian Dana-Dana khas Kota Tidore, Maluku Utara.(IA)

 

Susunan Kepengurusan FKMTK Cabang Minahasa 2018-2019

Ketua Umum : Abdul Halik Sabtu

Sekertaris Umum : Jud Ibrahim

Bendahara Umum : Nurain Abdullah

Wakil Bendahara 1 : Rosanti Pelu

Wakil Bendahara 2 : Firanda Sero-Sero

Ketua Bid. Pengembangan Anggota : Ridwan Umar

Sekertaris Bid. Pengembangan Anggota : Ramlia Musa

Ketua Bid. Partisipasi Pembangunan Daerah : Fahmi Edi

Sekertaris Bid. Partisipasi Pembangunan Daerah : Firman Kamari

Ketua Bid. Hubungan Masyarakat : Dodi Hendrawan Arbi

Sekertaris Bid. Hubungan Masyarakat : Irma Ahmad

Ketua Bid. Kesejahteraan Anggorta : Nurlena Abdul Kadir

Sekertaris Bid. Kesejahteraan Anggorta : Diana Ibrahim

Ketua Bid. Kerohanian : Clara Silvana Mendome

Sekertaris Bid. Kerohanian : Suharti Masidingo

Ketua Bid. Kesektariatan : Fatmi Musa

Sekertaris Bid. Kesektariatan : Surlita Ibrahim

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN