Kupang, Semarak.News – Harga Sembako yang di Regional NTT belum mengalami kenaikan (tergolong normal), hingga Senin (15/10/2018) pagi.

Hasil tersebut didapatkan data berdasarkan Bulog Divre NTT dan di 2 pasar yang terletak di Kota Kupang, yaitu Pasar Oebobo dan Pasar Inpres .

Supriyono, Plt. Kepala Divre Bulog NTT mengatakan, “Harga kesembilan bahan pokok saat ini dari pihak Bulog tergolong normal (belum ada mengalami kenaikan maupun penurunan). Bulog berfungsi untuk melakukan distribusi sembako ke seluruh pasar yang tersebar di NTT. Untuk stok sembako yang ada di gudang stok kita di Tenau saat ini masih mencukupi dan mampu bertahan sampai 3 bulan ke depan (Akhir Desember). Dan saat ini juga kita sedang kedatangan stok beras untuk persediaan 3 bulan mendatang selanjutnya. Artinya mampu mengatasi persediaan hingga bulan Maret  2019.”

Data stok yang diperoleh dari sumber (Bulog Divre NTT) didapatkan berupa data tabel stok sembako dalam hal ini hanya stok barang beras (ton), gula pasir (ton), tepung terigu (ton), bawang merah (ton), bawang putih (ton), dan minyak goreng (liter). Data yang didapatkan sebagai berikut:

data diperoleh dari Bulog Divisi Regional NTT

“Distribusi barang-barang sembako yang tertera di data dilakukan setiap kali ada permintaan dari daerah tersebut. Jadi memang tergantung permintaan. Apabila permintaan dipasar tinggi sementara barang yang beredar di pasar sedikit, dan harga barang akan mahal untuk di jual kepada masyaarakat. Maka di saat seperti inilah Bulog bergerak untuk membantu penyediaan barang di pasar yang nantinya akan menetralkan harga di masyarakat”, ujarnya.

Selain mengenai harga dan stok harga sembako di regional NTT, beliau juga menegaskan bahwa adanya kendala-kendala yang dihadapi pihaknya dalam pendistribusian barang ke daerah-daerah di NTT. “Iya benar, Bulog sering mengalami kesulitan dalam proses pendistribusian barang kepada masyarakat. Yang paling utama sih masalah infrastruktur ya. Karena kan NTT ini termasuk provinsi dengan beberapa daerah yang tersebar di beberapa pulau, seperti Pulau Flores, Pulau Rote dan lainnya. Nah, kita otomatis distribusinya dari jalur laut dan darat  kan. Untuk yang jalur darat sih kendalanya di infrastruktur jalan banyak yang kurang memadai. Ada juga yang harus menyebrang sungai. Nah sungai ini gak ada jalan sambungannya. Itu sih yang paling terkendala”, tambahnya.

Dalam hal ini, beliau juga mengharapkan agar segera diperbaiki infrastruktur tersebut.

LEAVE A REPLY