Jakarta, Semarak.News – Direktur Ritel Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax turun mulai Minggu (15/5). Penurunan seiring pelemahan harga minyak dunia.

Beberapa jenis BBM yang turun yakni pertamax, pertamax plus, pertamina dex, dan pertalite. “Ada penurunan sedikit harga minyak dunia sehingga kelebihan pasokan di pasar dunia sehingga Indonesia mendapatkan harga lebih baik,” ujar Bambang di Jakarta, Minggu (15/5).

Menurut dia, penurunan harga BBM ini juga ditujukan meringankan beban masyarakat jelang puasa. Biasanya, banyak sekali kebutuhan pokok yang mengalami peningkatan harga. “Semoga penggunaan BBM yang lebih, hemat, dan ramah lingkungan lebih banyak digunakan masyarakat,” katanya.

Harga pertamax turun Rp 200 per liter untuk provinsi di Pulau Jawa, Madura, dan Bali serta Rp 300 per liter untuk daerah lainnya. Pertamax plus turun Rp 200 per liter diberlakukan untuk wilayah Jawa, Madura, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Wilayah lainnya turun Rp 300 per liter.

Pertamina dex turun Rp 300 per liter untuk semua wilayah. Solar/Biosolar nonsubsidi juga mengalami penurunan Rp 300 per liter untuk wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. “Kalau harga Pertalite rata-rata turun sebesar Rp 200 per liter di seluruh daerah,” ujar Bambang.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan, kebijakan ini akan selalu dipantau dan dikaji berkala. Penurunan juga bentuk apresiasi kepada konsumen Bahan Bakar Khusus (BBK) yang dikenal dengan pertamax series.

Saat ini pengguna BBK meningkat. Indikator ini terlihat dari konsumsi saat musim libur panjang dengan kenaikan 30 persen. “Ini menunjukkan konsumen semakin memiliki kesadaran kesesuaian spesifikasi bahan bakar dengan kendaraannya dan didukung ketersediaan produk Pertamina yang semakin meluas,” kata Wianda. (DSP/HRNAS)

LEAVE A REPLY