Manado, Semarak.News – Penurunan harga kopra yang signifikan, membuat berbagai elemen masyarakat resah, tak terkecuali mahasiswa.

Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA), menyuarakan aksi demo di depan Gedung DPRD Minahasa, rabu (21/11). Aksi yang berlangsung sejak pukul 14.00 WITA hingga 16.30 WITA tersebut, berlangsung sedikit panas.

Masa aksi yang meminta masuk ke gedung DPRD, dihalang-halangi oleh personil Satpol PP dan Polsek Minahasa. Secara bergantian masa aksi menyuarakan aspirasinya secara bergantian.

“Mewujudkan kesejahteraan adalah dengan ekonomi. Pasar bebas, hanya membuat petani kesulitan. Harga kopra yang semakin turun, akan mempengaruhi sosiologis anak petani dan kemiskinan signifikan di petani,” ucap korlap aksi Agung Cakra Z.

Agung menambahkan bahwa pihaknya perlu mengambiln bagian dalam menyuarakan keresahan petani kopra saat ini. Kemudian pihaknya, menuntut pemerinta agar :

1. Laksanakan reforma agraria sejati

2. Sejahterakan petani

3. Naikkan harga kopra dan komoditas petani lainnya

Seperti diketahui, beberapa pekan terakhir di Bumi Nyiur Melambai ini tengah resah akibat harga kopra yang semakin turun. Harga yang anjlok dalam kisaran 4000-2000/Kg-nya, membuat petani kopra resah dan gelisah.(SK)

LEAVE A REPLY