Harga Kebutuhan Pokok NTB Masih Aman

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H. Ruslan Haerani, S.H, M.H

Mataram, Semarak.news – Menjelang bulan puasa Mei 2018 nanti, harga kebutuhan pokok di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih aman meskipun beberapa komoditas masih mengalami kenaikan harga.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H. Ruslan Haerani, S.H, M.H, mengatakan fluktuasi harga yang terjadi beberwapa waktu lalu disebabkan karena faktor cuaca. Curah hujan tinggi yang terjadi secara berturut-turut mempengaruhi keberlangsungan produksi cabai di NTB. Selain itu, sekitar 2 hektar tanaman cabai di Kab. Lombok Timur (Lotim) mati sehingga para petani cabai menanam ulang cabai.

“Perkiraan harga cabai dapat normal kembali sekitar bulan Mei 2018.” ujar beliau kepada Semarak.news pagi ini (2/4/2018) di ruang kerjanya, Kantor Dinas Perdagangan NTB Jalan Langko Nomor 61 Mataram.

Komoditi yang mengalami kenaikan harga di Pasar Mandalika Mataram antara lain daging ayam ras dari naik dari Rp 34.000 kemarin menjadi Rp 36.000, cabai rawit merah naik dari Rp 50.000 kemarin menjadi Rp 60.000, dan bawang merah naik dari Rp 28.000 kemarin menjadi Rp 30.000. Sedangkan komoditi yang mengalami penurunan yaitu cabai merah besar dari Rp 45.000 kemarin menjadi Rp 40.000 dan cabai merah keriting dari Rp 40.000 menjadi Rp 35.000.

Lokasi penanaman cabai terbesar berada di Kab. Lombok Timur yaitu di Desa Kelongkong, Surabaya, Lefak, dan Kesik. Sedangkan penanaman cabai di kabupaten lainnya hanya memenuhi kebutuhan lokal. Terdapat beberapa jenis cabai yang dipasarkan di pasar-pasar tradisional di NTB, antara lain cabai Bagaskara, Juwita, Dewata dan Cabai.

“Tidak ada spekulan dan mafia yang mempermainkan harga pasar sehingga harga beberapa komoditas mengalami kenaikan. Kenaikan harga terjadi karena tidak adanya stok akibat rusak.” tambahnya.

Terkait Harga Pokok Penjualan (HPP) jagung masih belum ditentukan. Nantinya pemerintah melalui Dinas Perdagangan akan memberikan subsidi agar para petani tidak rugi. Pemerintah sedang mengupayakan adanya subsidi tersebut dan menetapkan HPP jagung untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani maupun sampai ke konsumen.

“Sejak bulan Agustus 2017, NTB tidak pernah kekurangan stok. Dinas Perdagangan bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan, Badan Ketahanan Pangan, dan Polda dalam Satgas Pangan, akan terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok tersebut. Kami secara terus-menerus turun ke lapangan untuk melakukan monitoring kepada seluruh distributor dan pengusaha yang menjual bahan-bahan ketersediaan agar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).” jelas beliau ketika ditanya terkait persiapan yang dilakukan menjelang bulan puasa. Satgas Pangan terus menjaga stok dan kestabilan harga terutama beberapa bahan pokok seperti beras, gula, minyak, dan daging. (tya)

TINGGALKAN BALASAN