Menolak Lupa Tragedi Berdarah Masa Lalu

aksi kamisan Surabaya

Surabaya, Semarak.News – Sejak reformasi 98, indonesia belum terlepas dari permasalahan HAM berbagai bentuk penyelesaian pelanggaran ham berat telah diupayakan namun belum menemui titik terang hingga saat ini. Kasus Kasus pelanggaran ham berat di masa lalu yang masih menjadi PR bagi pemerintah seperti pembunuhan masal 65 – 66, Petrus 82 – 85, talang sari 1989, penghilangan orang secara paksa 97 – 98, trisakti 98, semanggi 1 dan 2, wasior dan wamena 2003 serta masih banyak lagi.

Masyarakat yang masih peduli akan saudara saudara yang dirasa belum mendapatkan keadilan mencoba menyuarakan pada pemerintah dalam suatu gerakan pada hari kamis yang dilalukan di berbagai daerah salah satunya surabya.

Hari ini kamis 27 September 2018 terdapat masa yang menyalurkan aspirasi di taman apsari kota surabya diman mereka menuntut agar pihak yang berwenang agar memberikan penyelesain permasalahan HAM berat bagi saudara saudara tertimpa permasalahan tersebut.

Dalam aksi tersebut masyarakat meminta kepada pemerintah lewat tuntutannya :

  1. Presiden Joko Widodo untuk mengambil langkah langkah kongkrit guna menyelesaikan kasus permasalahan HAM masa lalu
  2. Kejaksaan Agung mampu bertindak secara profesional dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai penegak hukum, khususnya terkait penyelesaian kasus pelanggaran HAM masa lalu
  3. Agar komnas HAM melakukan upaya baru guna mendorong upaya penyidikan terhadap kasus pelanggaran HAM berat, sehingga tidak terjadi stagnansi dalam penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat.

Namu  ditengah berlangsungnya aksi tersebut masyarakat yang tergabung dalam kamisan Surabaya dibubarkan oleh Ormas setempat karena dianggap sebagai oknum PKI menjelang peringatan G30S/PKI pada hari minggu mendatang. (FF)

TINGGALKAN BALASAN