Guru Sang Pelita Dibayar Dengan Harga Rendah

Palembang, Semarak News – Guru sang pelita dibayar dengan harga rendah, inilah yang terjadi pada Forum Honorer Kategori 2 Sumatera Selatan (FHK2-SS). FHK2-SS pada Selasa (2/10) kemarin menyatakan keluh kesahnya dengan aksi damai  sembari bersukacita menyambut Gubernur yang baru. Tri Andriansyah (Ketua FHK2 Palembang) menyatakan, “paling tinggi kami dibayar Rp.35.000,- per jam paling rendah ada yang Rp.15.000,- per jam, sedangkan kami sudah 15 tahun mengabdi bahkan ada yang sudah 20 tahun mengabdi”. Perbandingan harga dan jasa yang diberikan tentunya tidak sebanding bahkan sangat timpang kelihatannya.

Selain itu mereka juga tuntutan lain, “kami tidak setuju dengan sistem rekrutmen CPNS 2018 yang tidak membolehkan pendaftaran di atas usia 35 tahun karena kami juga punya hak”, ujar Tri. Pemerintah dirasa memberatkan para guru yang juga ingin merasakan pengabdiannya dihargai dengan setimpal oleh negara. Seharusnya ada peraturan yang mengatur CPNS dengan jalur pengabdian.

Tri juga melanjutkan, “Kami juga meminta kejelasan status karena selama ini kami mengajar tanpa adanya Surat Keputusan yang keluar, hanya lingkup Kota Palembang yang dibekali oleh SK Walikota, dan selebihnya tidak”. Mereka mengharapkan tentunya tuntutan mereka segera direalisasikan atau setidaknya dihargai untuk ditelaah lebih lanjut.

Aksi para guru ini bukanlah tontonan topeng monyet yang lucu namun merupakan aksi yang serius dan pemerintah memang harus mendengarkannya. Guru adalah pelita bangsa penerang dalam kegelapan dan tidak semestinya guru dibayar dengan gaji yang rendah, bahkan di Finlandia gaji guru melebihi dokter. “Kami akan terus berjuang sampai kami mendapatkan hak-hak yang semestinya kami dapat sejak dulu”, tutup Tri. (HW)

TINGGALKAN BALASAN