Guru Besar UIN: Islam Menghargai Perbedaan

Hidup di negara yang berpenduduk beragam suku, adat, budaya, dan agama, umat Islam Indonesia harus meneladani Nabi Muhammad SAW dalam menyikapi perbedaan.

“Teladan Nabi Muhammad SAW dalam menyikapi perbedaan harus diterapkan dalam mengamalkan ajarannya, yaitu Islam damai, Islam yang indah, dan Islam yang menghargai perbedaan,” kata Guru Besar dan peneliti Pusat Penelitian & Pengkajian Kebudayaan Islam UIN Ar-Raniry Profesor Yusny Saby, seperti dikutip dari laman netralnews.com, Kamis (14/12/2017).

Menurutnya, umat Islam Indonesia harus bisa mengubah pola pikir (mindset) dalam menyikapi kondisi bangsa akhir-akhir ini, kata Guru Besar dan peneliti Pusat Penelitian & Pengkajian Kebudayaan Islam UIN Ar-Raniry Profesor Yusny Saby.

“Itu penting karena akhir-akhir ini umat Islam menghadapi banyak cobaan dalam mengawal persatuan dan kesatuan NKRI,” kata Yasni

Apalagi menurut dia, saat ini kelompok radikal terorisme berusaha memengaruhi umat Islam Indonesia dengan ideologi kekerasan dan anti pada perbedaan.

Dalam pendidikan agama, lanjut Yusny, ada hal pokok yang harus dipegang, yaitu mendidik untuk peduli, hormat, respek, disiplin, dan saling menghormati. Ajaran budi pekerti itulah yang menjadi inti ajaran agama.

“Kebencian, dendam, bahkan sampai membunuh, menculik, itu bukan ajaran Islam. Itu hanya ideologi seseorang, ideologi kelompok kecil dari orang tertentu dan negara tertentu,” katanya.

Menurut Ketua Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Aceh ini, guru, pemimpin keluarga, pemimpin umat, pemimpin adat, juga pemimpin negara, mempunyai tanggung jawab untuk mengingatkan bila ada masyarakat yang melakukan penyelewengan baik itu akidah maupun ideologi.

“Seharusnya bila kita ingin mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, kalau ada orang yang salah dan sesat harus kita kasihani dan bimbing, bukan langsung dikutuk,” katanya.

TINGGALKAN BALASAN