Goes To Campus, Bawaslu Menyapa Kaum Millenial di Kabupaten Jombang

Bawaslu Goes To Campus UNIPDU
Foto Bersama Bawaslu Jombang dengan Mahasiswa Unipdu

Jombang, SemarakNews – Rangkaian kegiatan Goes To Campus menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 terus dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kab. Jombang, dalam rangka menghimbau dan mengajak para mahasiswa sebagai kaum millenial melek akan Perpolitikan di Indonesia dalam kaitannya dengan Pemilihan Umum yang akan dilaksanakan di tahun 2019 nanti. Kali ini mahasiswa Kampus Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Kab. Jombang yang terletak di Kompleks PP Darul Ulum Peterongan Jombang menjadi target sosialisasi Bawaslu Kab. Jombang agar dapat berperan dalam pengawasan Pemilu 2019 di Kab. Jombang (28/11/2018).

Dalam kesempatan Goes to Campus tersebut, Bawaslu mengusung tema ‘Peran Mahasiswa dan Civitas Akademik dalam Pengawasan Pemilu 2019’ dengan mengundang pembicara dari Dosen Politik Universitas Brawijaya, Novy Setia Yunas S.IP., M.IP meningkatkan antusias ratusan mahasiswa Unipdu Kab. Jombang.

Ketua Bawaslu Kab. Jombang, Ahmad Udi Masykur mengungkapkan bahwa mahasiswa sebagai kaum Millenial memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pelaksanaan pemilihan umum, tidak hanya dalam Pemilu 2019, namun juga dalam pemilihan umum 10 tahun mendatang. “Para Mahasiswa ini merupakan kaum milenial yang sagat berpengaruh dalam perjalanan Pemilu dimasa masa mendatang. Maka dari itu sosialisasi yang dialkukan oleh Bawaslu kali ini dalam hal memberikan bekal pengetahuan pengawasan pemilu tidak hanya untuk Pemilu 2019 ini saja, namun juga diharapkan untuk masa depan penyeleanggaraan Pemilu di Indonesia 10 atau 20 tahun mendatang. Mahasiswa sebagai kaum milenial juga merupakan bagaian kelompok strategis yang dapat menggugah dan menberikan dampak yang signifikan pada pelaksanaan Pemilu”, ungkapnya.

Selanjutnya, Ahmad Udi Masykur selaku Ketua Bawaslu Kab. Jombang juga menegaskan peran pengawasan mahasiswa dalam pelaksanaan Pemilu 2019 tersebut dapat dilakukan di lingkup keluarga, tetangga, dan desa. “Pengawasan yang dapat dilakukan para mahasiswa dalam pelaksanaan pemilu ini berupa dalam lingkup kecil, dimana para mahasiswa dapat memaikan peranan pengawasa dikeluarga dan tetangga sekitar lingkungan rumah baik serta dalam tahapan pemungutan dan penghitungan suara dapat berperan dalam TPS terdekat. Maka dari itu, para mahasiswa tersebut dapat memaikan potensi pencegahan secara mandiri apabila timbul potensi kecurangan ataupun permasalahan dalam Pemilu seperti adanya blackkampaing, money politic, dll”, ujar Udi Masykur.

TINGGALKAN BALASAN