Jakarta, Semarak.news – Perusahaan on-demand services Gojek turut prihatin dengan sampah plastik yang jumlahnya semakin mengkhawatirkan. Sebagai penyedia layanan pesan antar makanan terbesar di Indonesia (Go-Food), Gojek menyadari bahwa banyak pembelian makanan yang masih disertai dengan kemasan yang kurang ramah lingkungan seperti plastik.

Foto: Gojek (Dok Gojek)

Co-founder sekaligus Chief Financial Officer Gojek, Kevin Aluwi, mengatakan bahwa sejumlah langkah telah dilakukan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dalam hal pembelian makanan di Go-Food, walaupun ia mengakui semua ini masih berada pada tahap awal.

Sejumlah mitra Go-Food, disebut Kevin, telah mengganti kemasan plastik menjadi kemasan kertas, serta meminimalisir penyediaan sendok dan garpu plastik. Mitra lain telah mengambil inisiatif untuk memakai plastik yang mudah terurai.

“Mitra-mitra itu sudah menambah biaya untuk setiap plastik yang digunakan, yang tadinya digunakan cuma-cuma,” ungkap Kevin. “Ada juga mitra yang bekerja sama dengan perusahaan tertentu untuk menggunakan plastik yang degradable atau mudah terurai,” tambah Kevin.

Dari sisi Gojek, telah lama menyediakan tas khusus yang bisa memuat makanan dengan volume besar. Tas ini diberikan agar mitra driver tidak perlu menggunakan plastik ketika membeli atau mengantar makanan.

Setelah ada inisiatif dari Gojek dan mitra, Kevin berharap semua upaya ini mendapatkan dukungan dari konsumen untuk bersama mengurangi pemakaian plastik.

Foto: Go-Food (Dok Gojek)

Go-Food menjadi layanan yang diandalkan Gojek saat ini karena ia memberi dampak besar pada masyarakat, khususnya usaha kecil menengah. Layanan ini jadi solusi bagi mereka yang lapar, namun malas untuk keluar ruangan.

Hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) mencatat kontribusi Gojek pada perekonomian Indonesia tahun 2018 mencapai 44,2 triliun dari layanan Go-Ride, Go-Car, Go-Food, dan Go-Life. Dari jumlah tersebut, Go-Food memberi kontribusi terbesar, yaitu Rp 18 triliun. Sedangkan Go-Ride menyumbang Rp 16,5 triliun, Go-Car Rp 8,5 triliun, dan Go-Life Rp 1,2 triliun per tahun.

 

LEAVE A REPLY