ALOR, SEMARAK.NEWS | DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) GMNI NTT dengan tegas menolak lokasi pembangunan SPBU di Desa Waisika Kecamatan Alor Timur Laut (ATL) oleh PT. Ombay Sukses Persada. Pasalnya, akan mematikan ratusan tanaman petani sawah di desa itu.

“Sebagai generasi muda Alor yang peduli terhadap lingkungan hidup, yang sesungguhnya telah diatur di dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 3 dengan jelas, mengatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya di kuasai oleh negara dan pergunakan sebesar – besarnya demi kemakmuran rakyat,” ujar Wakil Ketua DPD GMNI NTT Imanuel Mau Dollu kepada wartawan (29/5/19).

Dia menyatakan, menyikapi hal tersebut selaku Wakil Ketua DPD GMNI NTT, dirinya sangat kesal dan kecewa dengan sikap oteriter yang di lakukan oleh Bupati Alor Drs. Amon Djobo yang justru mendukung pembangunan SPBU itu. “Ini sangat bertentangan dengan UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan juga peraturan daerah No. 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah,” tandasnya.

Menurut Imanuel Mau Dollu, pembangunan SPBU itu, sampai saat ini belum ada ijin yang di keluarkan oleh UKL, UPL atau AMDAL. Baginya, Dinas Lingkungan Hidup Alor lemah dalam melakukan kajian analisis AMDAL terhadap pembangunan SPBU tersebut.

Jika SPBU tetap dibangun, maka akan mengancam kekeringan pada empat mata air yang kurang lebih 100 meter dari lokasi itu. Selain itu, juga akan terancam punah pohon kenari dan beberapa pohon yang di lindungi serta frora dan fauna lainnya.

“Lokasi lahan itu hampir sekitar 346 petani sawah bisa terancam mati kelaparan akibat pembangunan SPBU tersebut. Namun, Bupati Alor Amon Djobo tetap saja mengeluarkan ijin secara lisan kepada Ombay untuk melanjutkan pembangunan tanpa ada analisis kajian dari AMDAL,” tegasnya.

Imanuel Mau Dollu geram karena Bupati Alor lebih mengistimewakan perusahan untuk membangun ketimbang rakyatnya sendiri yang harus menderita. “Saya juga mengharapkan kepada pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk mengirim tim ahli lingkungan hidup untuk melakukan kajian analisis AMDAL terhadap lokasi pembangunan SPBU tersebut. Karena pemerintah daerah Kabupaten Alor sudah di tunggangi oleh perusahan,” tegasnya. *(Joka)

LEAVE A REPLY