GMNI Alor Minta Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Rp 500 Juta Sekwan Alor

Semarak.News-Alor, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI) Cabang Alor hari ini Selasa(11/12) kembali menggalang masa turun dijalan menyuarakan kasus korupsi yang hingga kini belum tuntas.

Masa Aksi yang berarak-arakan dari titik kumpul di lapangan mini kalabahi menuju kantor Bupati Alor dan Kantor DPRD Kabupaten Alor tersebut menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di kabupaten Alor secara khusus persoalan Korupsi yang hingga kini belum kunjung tuntas.

Pada hari Anti Korupsi yang jatuh tepat pada tanggal 9 Desember lalu, GMNI Cabang Alor turut mengambil bagian sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam mengkawal setiap proses pemerintahan yang dinilai dapat merugikan keuangan negara.

Ketua GMNI Cabang Alor, Imanuel Mau Dolu saat dihubungi media ini melalui telepon selulernya mengatakan GMNI Cabang Alor Hari ini Selasa  (11/12) melakukan Aksi terkait Kasus Korupsi yang mengendap dan belum tuntas persoalannya. Lanjutnya Masa Aksi Berkumpul di depan Stadion Mini kalabahi dan berarak-arakan menuju Kantor Bupati Alor dan Kantor DPRD Kabupaten Alor ucapnya.

Ima menambahkan masa aksi yang tiba di depan kantor Bupati Alor di terima oleh Asisten I, Amirullah.SH, dan di Kantor DPRD Kabupaten Alor diterima oleh Ketua DPRD Kabupaten Alor, Marthinus Alopada dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Alor, Yahuda Lanlu.

Ada 5 Pernyataan sikap yang disampaikan kepada Bupati dan DPRD Kabupaten Alor ucap Ketua GMNI Cabang Alor antara lain

1. GMNI Cabang Alor Meminta dengan tegas kepada penegak Hukum agar segra mengusut tuntas kasus Dugaan Korupsi Rp.500.000.000 di sekretariat DPRD Kabupaten Alor pada tahun 2013, yang kemudian tersangkanya adalah Ahmad Maro dan uang tersebut dibagikan kepada beberapa anggota badan anggaran di DPRD Kabuapten Alor yang diduga menerima suap dari anggaran tersebut.

2. GMNI Cabang Alor Meminta Kepada Ketua Dprd Kabupaten Alor untuk menjelaskan penggunaan dana reses sebanyak Rp. 2 Milyar.

3. GMNI Cabang Alor Meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Alor agar perlu ada transparansi anggaran APBD II Kabupaten Alor yang digunakan untuk penyelenggaraan Expo Alor ke XII dan Karnaval ke V.

4. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah daearah Kabupaten Alor tahun 2013-2033 tentang penataan tata ruang kota yang terutama pada pembangunan tugu Harmony yang dibangun disimpang tiga mola, bagi kami pemerintah Daerah sendiri mengindahkan peraturan tersebut oleh karena itu kami meminta penjelasan dari pemerintah daerah kabupaten Alor.

5. GMNI Cabang Alor dengan tegas meminta kepada Pemerintah kabuapten Alor agar segra menggunakan gedung yang sudah di bangun bertahun-tahun tetapi sampai dengan saat ini digunakan untuk aktivitas kerja-kerja pemerintahan terutama pada kantor kementrian Agama kabupaten Alor dan gedung darma wanita kabupaten Alor karena bagi GMNI Cabang Alor akan menghabiskan biaya perawatan gedung tersebut tetapi tidak dimanfaat kan.

Demikian Pernyataan Sikap GMNI Cabang Alor dan segra ditindaklanjuti oleh Pemerintah dan lembaga lain yang terlibat didalamnya.atas kerja sama yang baik diucapkan terima kasih. Ketua GMNI Cabang Alor, Imanuel Mau Dolu, Sekretaris Theofelus Oulaa.

Ketua GMNI Cabang Alor, Ima Mau Dolu mengatakan dalam beberapa hari kedepan, GMNI Cabang Alor akan melakukan aksi di Kantor Kejaksaan Negeri Kalabahi. ( Dako)

TINGGALKAN BALASAN