‘Sombong Rohani’ Waspadai 5 Tanda-Tandanya

‘Sombong Rohani’ Waspadai 5 Tanda-Tandanya

0
15

1 Yohanes 4: 1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Sebenarnya menyedihkan sekali jika harus diungkapkan, tetapi faktanya tidak semua orang Kristen mengaku benar-benar pengikut Kristus. Banyak diantaranya yang justru hanya sekadar mengejar agenda pribadi, seperti uang, ketenaran, atau pengaruh politik. Nabi-nabi palsu menyamar dalam berbagai bentuk dan mungkin tidak akan ada penyamaran yang lebih berbahaya selain menjadi seorang yang menyombongkan kerohaniannya atau disebut dengan Spiritual Narcissist.

Seorang yang sombong rohani menggunakan firman Tuhan untuk membangun diri sendiri untuk menjatuhkan orang lain. Jika dibiarkan, tindakan itu akan menimbulkan dampak buruk bagi gereja Tuhan dan juga orang yang tidak percaya.

Ini adalah 5 tanda-tanda seseorang yang menyombongkan kerohanian untuk tujuan pribadi:

Pertama, terus menerus memamerkan pencapaiannya

Seseorang dengan Spiritual Narcissist atau kesombongan rohani biasanya suka sekali mempromosikan diri. Bagi mereka, setiap percakapan adalah kesempatan untuk berbagi tentang pencapaian mereka melebihi di atas orang lainnya. Mereka biasanya akan berbicara terus menerus tentang sederet daftar prestasi mereka. Mereka akan memberitahukan tentang buku terbaru yang akan diterbitkan,posting blogterbaru, seri khotbah, pekerjaan misi, atau waktu mereka berhasil memimpin seseorang kepada Kristus.

Sementara Alkitab mengajarkan kita untuk tidak mencari kemuliaan diri sendiri dan tidak mengembar-ngeborkan pekerjaan tangannya (Amsal 27:2). Berbeda denganspiritual narcissist yang suka sekali memamerkan apa yang mereka yakini bisa membawa pujian bagi diri sendiri. Cara terbaik bagi orang-orang Kristen untuk menghindar dari kebiasaan ini adalah mengikuti teladan Mikha 6: 8, hidup dengan adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati di hadapan Tuhan.

Kedua, suka menyerang pembicaraan

Spiritual Narcissist tidak memiliki kontrol dalam berbicara. Mereka menggunakan otoritas tertinggi mereka untuk menunjukkan diri sendiri. Akibatnya, tak jarang bagi mereka untuk menyerang percakapan orang lain. Mereka melakukan ini dengan alasan untuk membantu atau memperbaiki umat Tuhan, meskipun mereka tidak maksud alam dialog dua arah tersebut.

Mereka juga bahkan menyuntikkan opini sendiri ke dalam situasi itu, dan mereka akan menjadi orang yang pertama kali mengajukan komplain di Gereja. Alkitab memperingatkan bahwa orang-orang demikian menciptakan perpecahan di antara orang percaya dan hanya untuk mencapai keinginan hatinya (Roma 16:17-18, Mazmur 36:1-4).

Tidak ada acara lain yang bisa dilakukan untuk berhadapan dengan orang seperti ini selain menolaknya masuk untuk memberikan pendapat dan pandangannya (Amsal 26: 4-5).

Ketiga, menggunakan Firman Tuhan

“Saya tidak percaya dengan orang-orang yang sangat mengetahui kehendak Tuhan, karena Saya melihat hal itu selalu bersamaan dengan hasrat mereka sendiri”. Dengan cara yang sama, seorang penipu rohani akan menggunakan Alkitab atau firman Tuhan sebagai alat untuk mencapai tujuan mereka, bukan tujuan Tuhan. Mereka memakai Alkitab dengan mata tertutup, menghafal hanya segelintir ayat penting yang bisa digunakan untuk membenarkan perilaku mereka. Sementara firman Tuhan yang bertentangan dengan tindakan mereka akan diabaikan. Penipu rohani ini seperti seorang Yudas yang tidak bisa dipercaya (Yudas 1: 4).

Untuk tidak terpengaruh pada setiap ucapan seorang yang sombong rohani ini, orang Kristen hanya perlu membaca banyak Alkitab. Semakin akrab Anda dalam pekerjaan Tuhan, semakin akrab pula Anda di dalam Tuhan.

Keempat, mengucapkan kasih, namun tidak pernah melakukannya

Cara paling mudah mengidentifikasiSpiritual Nacissist adalah apakah kata-kata mereka sesuai tindakan mereka. Mereka akan berkata bahwa mereka hanya memiliki kasih dan belas kasihan ketika harus menegur orang lain, padahal tindakan mereka tidak mencerminkan hal itu. Nats alkitab di Matius 7 mengajarkan kita bahwa kita bisa menilai seorang nabi dari buah pekerjaannya. “Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik (Matius 7: 17)”.

Kasih melebihi dari kata-kata, kasih dibuktikan dengan perbuatan. Itulah yang membedakan antara Kristen sejati dengan kesombongan rohani.

Kelima, mereka terus berbicara tetapi tidak mau mendengar.

Semoga menjadi berkat… Amin…Tuhan Yesus memberkati. Salam Damai

Oleh: Pdt Jhon Johannes, M.Th

Post by Joka

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY