Fenomena viral-nya jargon “Masok Pak Eko” asli vs palsu

JAKARTA,SEMARAK.NEWS- Bicara tentang viral, akhir-akhir ini tengah viral artis dadakan bernama “Pak Eko”,seorang aparat polisi dari pusdik Sabhara Porong,Sidoarjo yang jago melempar berbagai macam benda ke sasaran kayu.

Pak Eko terkenal dengan semboyan ” masok Pak Eko”. Kata tersebut dia ucapkan setiap dia berhasil melempar sasaran. Di setiap aksinya Pak Eko selalu memposting aksinya di instagram dan memberi hastagh yang menarik,lalu banyak akun yang men re-post video Pak Eko. Itulah yang membuat jargon Masok Pak Eko menjadi viral.

Namun terkenalnya Pak Eko menjadi pergunjingan masyarakat Tulungagung dan sekitarnya. Sebab jauh sebelum aksi Pak polisi Eko,warga Tulungagung sudah mengenal jargon tersebut yang dibawakan komedian Cak Percil dan Cak Yudo Bakiak saat manggung dengan dalang kondang Eko Prisdianto.

Penggemar Cak Percil dan cak Yudo alias Peye mania banyak melakukan protes. Mereka menegaskan bahwa jargon tersebut adalah milik Peye. Jargon tersebut sudah ada sebelum polisi Eko melakukan aksi melempar benda dan viral di instagram

Karena polemik tersebut akhirnya dua komedian tersebut angkat bicara. Cak Yudho menjelaskan bahwa jargon tersebut dipopulerkan olehNya,Cak Percil,dan dalang Eko Prisdianto. Jargon tersebut diucapkan saat mereka manggung bersama. Cak percil mengatakan, kata tersebut diucapkan saat Yudho atau pak Eko melakukan aksi yg menarik sehingga Cak Percil mengucapkan kata tersebut yang berarti setuju atau mendukung.

Tak ketinggalan pula Sinden Lusi Brahman angkat suara. Lusi mengaku mengetahui jargon Masok Pak Eko karena biasa manggung bersama mereka. Rakyat Jawa Timur juga sudah tau jika yang memviralkan adalah mereka,bukan bapak polisi Eko.

Lusi mengatakan bahwa yang terkenal sekarang malah pak Eko yang lainnya. Lusi pun menambahkan,sebagai seniman tradisonal,ia berharap media nasional untuk mencari tahu yang sebenarnya. Bahwa jargon tersebut diviralkan terlebih dulu oleh seniman-seniman tradisional dari kota Tulungagung. Harapannya dengan adanya kejelasan dari media, seniman-seniman tradisional akan semakin berusaha untuk menciptakan karya lain yang dapat membanggakan negara ini, serta seni tradisional wayang dapat dilestarikan (YS)

TINGGALKAN BALASAN